Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Respons Biden atas Diluncurkannya Rudal Hipersonik Putin di Luar Dugaan, Dunia Waspada!

Respons Biden atas Diluncurkannya Rudal Hipersonik Putin di Luar Dugaan, Dunia Waspada! Kredit Foto: Reuters/Russian Defence Ministry
Warta Ekonomi, Washington -

Di tengah peluncuran rudal hipersonik Rusia ke Ukraina, Presiden Amerika Serikat Joe Biden menuduh Vladimir Putin merencanakan serangan senjata kimia dan biologi.

Biden memperingatkan Moskow tentang tanggapan Barat yang "parah" jika senjata itu digunakan dalam perangnya.

Baca Juga: Warning! Terkuak Alasan Sesungguhnya Presiden Ukraina Ngebet Ketemu Vladimir Putin

"Punggungnya (Putin) bersandar pada tembok. Mereka juga menyarankan agar Ukraina memiliki senjata biologi dan kimia di Ukraina. Itu tanda yang jelas dia mempertimbangkan menggunakan keduanya," kata presiden AS, pada pertemun para pemimpin bisnis AS di Washington, Senin (21/3/2022) dilansir Daily Mail.

“Mereka mendatangkan malapetaka di, di militer Rusia, apakah itu tank mereka atau helikopter atau pesawat mereka," katanya melanjutkan.

"Dan jika Anda perhatikan, mereka baru saja meluncurkan rudal hipersonik mereka, karena itu satu-satunya hal yang bisa mereka lewati tanpa kepastian mutlak. Ini, seperti yang Anda semua tahu, itu adalah senjata konsekuensial, tetapi dengan hulu ledak yang sama seperti rudal lain yang diluncurkan --tidak ada banyak perbedaan kecuali hampir tidak mungkin untuk menghentikannya. Ada alasan mereka menggunakannya."

Beberapa ahli militer mempertanyakan mengapa Rusia akan menggunakan senjata hipersonik, jika tidak menggunakan Ukraina sebagai uji coba dan mengirim pesan politik.

Rudal itu diyakini terbang dengan kecepatan sepuluh kali kecepatan suara, dan mampu menghindari pertahanan udara.

“Tidak benar. saya jamin. Dan sekarang punggung Putin menempel di dinding. Dia tidak mengantisipasi sejauh mana atau kekuatan persatuan kita. Dan semakin punggungnya menempel ke dinding, semakin parah taktik yang mungkin dia gunakan," kata Biden membalas tuduhan Rusia.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan