Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Sibuk Akuisisi Twitter, Elon Musk Gak Sadar Tesla Kehilangan Valuasi Rp1.800 Triliun!

Sibuk Akuisisi Twitter, Elon Musk Gak Sadar Tesla Kehilangan Valuasi Rp1.800 Triliun! Kredit Foto: Instagram/elonrmuskk
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sibuk akuisisi Twitter, Elon Musk justru harus menghadapi saham Tesla yang anjlok. Satu hari setelah Twitter mengumumkan telah menerima tawaran pengambilalihan Musk senilai USD44 miliar (Rp634 triliun), saham Tesla merosot 12,2%, menghapus lebih dari USD125 miliar (Rp1.801 triliun) dari nilai pasar pembuat kendaraan listrik itu.

Penurunan ini terjadi ketika Wall Street resah tentang bagaimana kesepakatan itu dapat berdampak pada pembuat kendaraan listrik dan harga sahamnya.

Mengutip Npr.org di Jakarta, Rabu (27/4/22) saat Musk mengumumkan akan menanggung sendiri USD21 miliar (Rp302 triliun) dengan bank membantu membiayai separuh lainnya, sayangnya masih belum jelas bagaimana ia akan mendapatkan uang itu.

Baca Juga: Cerita Luhut Ketemu Elon Musk: Paparan Saya Tentang Potensi Nikel di Indonesia Mengubah Persepsinya

Apakah dia akan menjual sebagian saham Tesla yang dia miliki, meminjam dari mereka, mendatangkan investor tambahan, atau ketiganya, masih belum tahu.

Ada juga kekhawatiran yang berkembang tentang apakah memiliki Twitter akan membawanya ke dalam konflik atas kebebasan berbicara dengan pemerintah di China, pasar utama untuk Tesla di mana pembuat mobil juga memiliki produksi yang signifikan.

"Jika Elon Musk terpaksa menjual saham biasa kami yang dia janjikan untuk mengamankan kewajiban pinjaman pribadi tertentu, saham tersebut dapat menyebabkan harga saham kami turun," tulis perusahaan itu.

Keputusan itu juga dapat mengakibatkan tagihan pajak yang besar untuk Musk sendiri yang telah menjual saham Tesla senilai miliaran dolar tahun lalu hingga mengirim saham mereka jauh lebih rendah.

Pekan lalu, Tesla melaporkan rekor pendapatan untuk kuartal pertama 2022, di tengah harga tinggi dan tantangan rantai pasokan. Perusahaan juga mempresentasikan perkiraan produksi yang mengesankan Wall Street.

Penulis: Fajria Anindya Utami
Editor: Fajria Anindya Utami

Bagikan Artikel:

Video Pilihan