Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pengakuan Dosa George Bush Dilakukan Saat Salah Sebut Invasi Brutal Irak?

Pengakuan Dosa George Bush Dilakukan Saat Salah Sebut Invasi Brutal Irak? Kredit Foto: Reuters/Sergio Flores
Warta Ekonomi, Washington -

Mantan Presiden AS George W. Bush keliru menyebut invasi Irak sebagai aksi sepihak yang brutal dan tak dapat dibenarkan.

Kemudian mengoreksi bahwa yang dia maksud adalah invasi Rusia di Ukraina.

Baca Juga: Salah Sebut Invasi Brutal di Irak, George W. Bush: Maksud Saya Itu Ukraina

Komentar Bush itu muncul dalam sebuah pidato di sebuah acara di Dallas pada Rabu waktu setempat, ketika dia mengkritik sistem politik Rusia.

"Itu adalah akibat dari tidak adanya 'check and balance' di Rusia, dan keputusan satu orang untuk melancarkan invasi yang sepenuhnya tak bisa diterima dan brutal di Irak," kata Bush sebelum mengoreksi dan menggelengkan kepalanya. 

"Maksud saya, Ukraina."

Secara berseloroh dia menyalahkan usianya ketika orang-orang yang hadir tertawa.

Pada 2003, saat Bush menjadi presiden, Amerika Serikat bersama sekutunya di NATO menginvasi Irak dengan dalil hendak menghentikan rezim Saddam Hussein yang berkuasa menggunakan senjata pemusnah massal.

Namun, meski berhasil menggulingkan Saddam, AS harus menanggung malu setelah terbukti bahwa Irak ternyata tak pernah memiliki senjata pemusnah massal seperti yang dituduhkan.   

Sampai saat ini, Irak belum benar-benar pulih dari konflik berkepanjangan yang menewaskan ratusan ribu warga sipil dan membuat banyak orang mengungsi.

Pernyataan Bush itu dengan cepat menjadi viral di media sosial, meraup lebih dari tiga juta view di Twitter saja, setelah potongan video pidatonya diunggah oleh wartawan Dallas News.

Bush juga membandingkan pemimpin Ukraina Volodymyr Zelenskyy dengan pemimpin Inggris di masa perang, Winston Churchill, seraya mengutuk Presiden Rusia Vladimir Putin karena melancarkan invasi di Ukraina pada Februari.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan JPNN.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.com.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan