Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ekonomi Tumbuh, Analis Optimis BRI akan Makin Progresif

Ekonomi Tumbuh, Analis Optimis BRI akan Makin Progresif Kredit Foto: BRI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemulihan ekonomi pasca Covid 19, dan booming harga komoditas diyakini akan mendorong performa perbankan Tanah Air. 

Secara keseluruhan Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta, mengatakan sektor perbankan akan mengalami kinerja gemilang.

Sebab berbagai indikator perbaikan ekonomi memperlihatkan pemulihan ekonomi terjadi.

Diantaranya S&P Global mencatat indeks manufaktur atau PMI Indonesia sebesar 51,9 pada April 2022, naik dari posisi 51,3 pada bulan sebelumnya. Produksi manufaktur dan permintaan baru naik didorong oleh kondisi perekonomian di Indonesia telah bangkit. 

Baca Juga: Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Berhasil Salurkan 32,34% KUR hingga April 2022

Di sisi lain, Indonesia menikmati keuntungan booming harga komoditas, karena memiliki berbagai sumber daya alam. 

Hal ini lah yang membedakan Indonesia dengan ekonomi global yang kini tengah khawatir terjadinya stagflasi. Berbagai lembaga internasional memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5%, lebih ditinggi dibanding proyeksi ekonomi global yang di kisaran 3%.

Nafan meyakini ekonomi Indonesia ke depan akan bertumbuh lebih tinggi, dibanding situasi pandemi. 

Saat terjadi ekspansi, kebutuhan likuiditas akan meningkat yang akan berdampak positif bagi perbankan. 

Baca Juga: Inovatif Dorong Transformasi, Direktur Utama BRI Sunarso Dinobatkan Jadi Business Person of the Year

Saat ini, lanjutnya, sektor perbankan Buku 4 menarik untuk di koleksi. Dibanding berbagai bank digital, price to book value (PBV) bank raksasa masih jauh lebih kecil. 

Diantara berbagai bank besar di Indonesia, Nafan merekomendasikan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menarik untuk di koleksi. 

"Pertumbuhan tinggi BRI pasti akan berlanjut. Valuasi pasti akan semakin terapresiasi, kata Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan, Jumat, (20/5/2022). 

Nafan mengatakan BBRI akan mendapatkan efek domino baik dari pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan, maupun dari booming harga komoditas. 

Berbasis UMKM, dia menilai tahun ini kinerja BRI akan jauh lebih baik sebelumnya. Hal tersebut tercermin dari keberhasilan BBRI yang tidak hanya berhasil merestrukturisasi dan menyelamatkan UKM Indonesia, tapi juga mampu untuk bertumbuh pesat di tengah pandemi. 

"Waktu pandemi kan butuh restrukturisasi, kasihan mereka (nasabah) pinjaman menjalankan usaha dan harus didukung. Sekarang kita mengalami pemulihan ekonomi, sektor UMKM bisa semakin optimal," kata dia. 

Selain fundamental yang kuat BBRI juga memiliki kebijakan strategis yang menjadi sweetener bagi investor, yaitu Resminya PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pegadaian menjadi anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). 

Baca Juga: Ternyata Lima Strategi Ini Bikin Saham UNVR Ngebut Selama Sepekan

"Selain fundamental, BBRI ada sentimen positif dengan adanya sinergi PNM dan Penggadaian. Kebijakan strategis ini sweetener bagi investor," kata dia. 

PNM dan Penggadaian akan memberikan booster pada pendapatan BBRI. 

Secara keseluruhan Nafan optimis Kredit BBRI akan bertumbuh, kualitas kredit juga akan semakin baik, non performing loan (NPL) akan menurun. Net profit pun akan meningkat. 

"Top Line botom line, net income BRI akan progresif," ungkapnya. Target harga jangka panjang BBRI Rp 9575 per saham.

Penulis: Annisa Nurfitriyani
Editor: Annisa Nurfitriyani

Bagikan Artikel:

Video Pilihan