Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ini Urgensi Data Science dalam Transformasi Bisnis dan Pemerintahan

Ini Urgensi Data Science dalam Transformasi Bisnis dan Pemerintahan Kredit Foto: Dok. Pribadi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat bisnis IT, Vickie Charamita membeberkan perihal urgensi Data Science dalam transformasi bisnis dan pemerintahan di era sekarang ini.

Dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/6/2022), ia mengatakan analisis data berdasarkan Data Science dengan menggunakan teknologi informasi kini telah menjadi tren yang kuat dan tidak terbendung di banyak organisasi berbagai level dan jenis bisnis. 

Data kata Vickie adalah sesuatu yang dinamis. Apalagi di era dimana perubahan dunia tidak lagi linear bahkan juga disruptif. Menurutnya amat penting bagi semua pihak agar dapat menjadi agile, fleksibel untuk tetap berkembang.

"Di Amerika Serikat, misalnya, klub-klub basket yang berkompetisi di ajang NBA telah menggunakan Data Science dalam hampir semua aspek perencanaan dan pengelolaan klub," ujarnya.

Orang kata dia semakin kerap bicara tentang Big Data (mahadata) untuk menggambarkan pertumbuhan data dan informasi yang eksponensial. Baik dalam jumlah pun keragamannya. 

Vickie menjelaskan Big Data semakin diperlukan untuk menjadi dasar perencanaan dan pengambilan keputusan yang lebih dapat diandalkan (reliable). Pada saat yang sama masyarakat dihadapkan pada tantangan baru dalam memahami hakikat (nature) data yang semakin kompleks dan berubah dengan cepat.

"Termasuk dalam mencari pemain baru yang unggul, menemukan pemain yang memiliki talenta terpendam, bahkan untuk menemukan titik terbaik untuk melakukan lemparan tiga poin. Semua ini di lakukan untuk menemukan format tim memenangi kompetisi NBA," imbuhnya. 

Dalam pemerintahan sendiri, lanjut dia, Data Science dipakai sebagai pendorong transformasi proses pengambilan keputusan dan bahkan eksekusinya (Data Driven Policies).

"Keberhasilan penanganan Covid-19 oleh pemerintah, misalnya, baik dalam pemetaan penyebaran virus maupun dalam pelaksanaan vaksinasi, tidak dapat tercapai tanpa dukungan Data Science," pungkas perempuan yang pernah menjabat Tenaga Ahli Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Dalam Negeri ini. 

Baca Juga: Hingga Oktober 2022, Volume Transaksi QRIS Bank Mandiri Tembus Rp 2,6 Triliun

Editor: Vicky Fadil

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: