Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

AS Kritik Kebijakan Hijau Uni Eropa: Dunia Perlu Gandakan Produksi Minyak!

AS Kritik Kebijakan Hijau Uni Eropa: Dunia Perlu Gandakan Produksi Minyak! Kredit Foto: Flickr/European Parliament
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Energi Amerika Serikat (AS) Chris Wright mengatakan dunia perlu lebih dari dua kali lipat produksi minyak. Ia juga mengkritik kebijakan energi hijau dari Uni Eropa

Wright menegaskan bahwa dunia masih akan bergantung pada minyak selama beberapa dekade ke depan. Ia juga menyatakan bahwa peningkatan produksi gas alam serta investasi pada terminal ekspor gas alam cair telah menempatkan negaranya pada posisi strategis untuk menggantikan pasokan gas Rusia ke Eropa.

Baca Juga: AS Siap Perang Dagang Jika Eropa Balas Tarif Greenland

Namun, Wright memperingatkan bahwa regulasi lingkungan perusahaan dalam kawasan euro berpotensi menghambat kerja sama tersebut. Ia menyebut aturan tersebut dapat menimbulkan risiko hukum bagi produsen energi negaranya yang ingin mengekspor gas ke Eropa.

“Regulasi ini bisa mengancam produsen kami dari sisi tanggung jawab hukum saat mengirim gas ke Eropa,” kata Wright, dilansir Jumat (23/1).

Ia menambahkan bahwa pemerintahannya sedang bekerja sama dengan mitra blok euro untuk menghapus hambatan tersebut. Menurutnya, kebijakan hijau hanyalah membuang anggaran pada energi yang tidak efisien.

Uni Eropa saat ini mewajibkan importir minyak dan gas untuk memantau serta melaporkan emisi metana yang terkait dengan impor energi, sebagai upaya menekan emisi gas rumah kaca.

Baca Juga: Imbas Kebocoran Pipa TGI, Produksi Minyak PHR Berkurang 2 Juta Barel; ESDM Kejar Pemulihan dalam Dua Hari

Uni Eropa sendiri baru-baru ini sepakat untuk mempersempit cakupan aturan pelaporan keberlanjutan. Namun, sejumlah investor menilai pengurangan transparansi tersebut justru akan menyulitkan identifikasi perusahaan yang benar-benar bergerak menuju operasional rendah karbon.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: