Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Setelah Sarinah, Erick Thohir Berencana Bangun Kota Tua

Setelah Sarinah, Erick Thohir Berencana Bangun Kota Tua Kredit Foto: Antara/Asep Fathulrahman
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berencana melakukan sedikit perombakan kawasan Kota Tua Jakarta pada 2023.

Hal ini didorong adanya gedung-gedung milik perusahaan pelat merah yang belum maksimal pemanfaatannya. 

"Jangan juga aset-aset BUMN ini jadi gedung tua ada PT Pos ada Sarinah kita bangun. Tadi saya ke Kota Tua Jakarta, ada gedung Jasindo, wah sayang, ada gedung Mandiri, ada gedung Cipta Niaga, Kerta Niaga, PT Pos. Nah ini tahun drpan akan kita bangun juga," ujar Erick dikutip di akun Instagramnya @erickthohir, Senin (27/6/2022).

Baca Juga: Pasarina by Ranch Market, Supermarket Pertama dengan Brand Metavese Hadir di Sarinah 

Tindakan tersebut diniatkan setelah berhasil melakukan pembangunan di Kota Tua Semarang, di mana pada kawasan tersebut gedung-gedung milik BUMN bisa dihidupkan kembali.

"Supaya apa? Kota tua Jakarta ini seperti Kota Tua Semarang yang banyak gedung BUMN kita hidupkan," ujarnya.

Erick menyebut, pembangunan atau perapihan di wilayah objek wisata tersebut ke depanya dapat menghadirkan alternatif ekonomi bagi masyarakat. Sehingga bisa menjadi penopang pertumbuhan ekonomi baru.

"Nah inilah supaya kita mendorong tadi ada alternatif ekonomi, ekonomi yang namanya pop culture, atau ekonomi budaya, yang bisa membuka lapangan kerja dan juga menjadi pertumbuhan ekonomi baru," ungkapnya.

Erick menambahkan, dalam kunjunganya di kawasan wisata sejarah Jakarta tersebut, secara umum, ia ingin pemanfaatan gedung BUMN bisa lebih maksimal.

"Hari Minggu ini sempatkan mengecek fasilitas gedung-gedung BUMN yang sudah dimanfaatkan untuk promosi UMKM, produk lokal, seni dan budaya," ujar Erick. 

Lanjutnya, Posbloc dan Sarinah jadi salah satu bukti kesuksesan transformasi gedung milik perusahaan pelat merah, keduanya menjadi magnet bagi produk dan buah pemikiran lokal. 

"Kalau Sarinah bisa, Kota Tua pun bisa!" tulisnya.

Penulis: Djati Waluyo
Editor: Rosmayanti

Bagikan Artikel:

Video Pilihan