Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kritik Pengguna Aplikasi MyPertamina, Politisi PDIP: Bikin Susah Rakyat!

Kritik Pengguna Aplikasi MyPertamina, Politisi PDIP: Bikin Susah Rakyat! Kredit Foto: Antara/Budi Prasetiyo
Warta Ekonomi, Jakarta -

Politisi PDI P yang juga anggota DPR, Paramitha Widya Kusuma mengatakan bahwa ia tak setuju dengan kebijakan dari pemerintah terkait penggunaan aplikasi MyPertamina untuk pembelian BBM bersubsidi serta LGP 3 kilogram.

Dikatakan oleh Paramitha, bahwa kebijakan menggunakan MyPertamina yang ditujukan kepada rakyat kecil hanya membuat susah dan ribet.

"Pada dasarnya, saya tidak setuju dengan segala sesuatu yang membuat rakyat kecil ribet dan susah untuk mendapatkan apa yang sudah menjadi hak mereka. Apalagi menggunakan aplikasi seperti itu, pasti banyak yang tidak paham," ucapnya mengutip dari Wartaekonomi--jaringan Suara.com

Dijelaskan oleh politisi PDI P tersebut bahwa akar masalah dari penggunaan MyPertamina ada dua yakni soal subsidi tidak tepat sasaran.

Menurutnya, sebelum penerapan aplikasi MyPertamina, sudah ada program digitalisasi lebih dari 5.500 SPBU.

"Lalu apa hasilnya digitalisasi SPBU itu? Berarti kan selama ini digitaliasi tidak benar-benar dijalankan dengan baik, padahal digitalisasi itu sudah memakan dana triliunan rupiah," tegasnya.

Dibanding penggunaan MyPertamina, ia menyarankan agar Pertamina mengoptimalkan penggunaan digitalisasi yang sudah dipasang sejak lama.

Sebab, kata dia, tujuan digitalisasi itu sudah jelas supaya Pertamina mempunyai data akurat dan transparan.

“Kalau saja penerapan digitalisasi itu dilakukan dengan baik, maka sebenarnya data penjualan Pertalite, Solar, dan Pertamax sudah ada, jadi tidak perlu lagi pakai aplikasi baru untuk beli Pertalite. Ini terkait dengan akar masalah yang kedua yakni soal pengawasan,” paparnya

Karenanya kata Paramitha, ia memberikan dua solusi polemik MyPertamina, pertama ialah memaksimalkan pemanfaatan digitalisasi di mayoritas SPBU.

Kedua kata Paramitha ialah agar BPH Migas bisa bekerja sesuai dengan tupoksi yang ada.

"Ini kalau aplikasi MyPertamina gagal lagi dalam menyalurkan BBM bersubsidi kepada yang berhak, pasti yang diserang nanti Pertamina dan Patra Niaga, bukan BPH Migas,”

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.

Editor: Ferry Hidayat

Bagikan Artikel:

Video Pilihan