Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Waduh... Pak Prabowo Subianto Mesti Tahu! Pengamat Blak-blakan Soal Peluang Duet dengan Muhaimin: Tergolong 'Rendah' Meskipun Cawapres!

Waduh... Pak Prabowo Subianto Mesti Tahu! Pengamat Blak-blakan Soal Peluang Duet dengan Muhaimin: Tergolong 'Rendah' Meskipun Cawapres! Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Manuver politik yang bisa dilihat saat ini adalah kedekatan dari Gerindra dan PKB ataupun Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar yang dikabrkan akan maju sebagai paslon di Pilpres 2024.

Mengenai hal ini, Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima Indonesia) Ray Rangkuti menilai Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto memegang kendali untuk berkoalisi dengan PKB.

Menurutnya, sah-sah saja jika PKB ingin menduetkan Prabowo dengan ketua umum partainya, yakni Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

“Akan tetapi, keputusannya tetap ada di tangan Pak Prabowo,” ujar Ray Rangkuti kepada GenPI.co, Kamis (11/8).

Ray mengatakan hal demikian lantaran elektabilitas Menteri Pertahanan tersebut menjadi salah satu yang paling menonjol di antara calon presiden potensial lainnya.

Baca Juga: Prabowo Subianto Mesti Tahu! Pengamat: Sandiaga Uno Lebih Baik Dibandingkan Muhaimin!

Namun, elektabilitas Cak Imin di beberapa lembaga survey masih cenderung rendah.

“Nama Cak Imin masih samar-samar, baik sebagai capres maupun calon wakil presiden,” tuturnya.

Selain itu, Ray mengatakan hubungan PKB dan Nahdlatul Ulama juga kurang baik setelah Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya terpilih.

“Oleh sebab itu, posisi Cak Imin tetap tergolong rendah walaupun dia ingin masuk sebagai calon wakil presiden Prabowo,” ucapnya.

Baca Juga: Bukan Karena Bersaing dengan SBY, Ternyata Ada Tangan Asing yang Jegal Megawati di Pilpres 2004: Ini Ada Satu Peristiwa…

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Bayu Muhardianto

Advertisement

Bagikan Artikel: