Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Bukan Penyakit Menular, Ini Cara Mendiagnosis Penyakit Keturunan Thalasemia

Bukan Penyakit Menular, Ini Cara Mendiagnosis Penyakit Keturunan Thalasemia Kredit Foto: Unsplash/Jair Lázaro
Warta Ekonomi, Jakarta -

Thalasemia sering dianggap sebagai penyakit menular oleh sebagian masyarakat. Padahal, thalasemia merupakan penyakit turunan dari orang tua kepada anaknya, karena ketidakmampuan tubuh menghasilkan sel darah merah yang normal.

"Thalasemia merupakan penyakit kelainan sel darah merah, berasal dari Bahasa Yunani 'Thalassa' (sea) and 'Haema' (blood). Merupakan penyakit keturunan (genetik) dan bukan penyakit menular. Diturunkan dari kedua orangtua ke anaknya," ujar dr Ludi Dhyani Rahmartani, SpA , Divisi Hematologi Onkologi Anak, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, FKUI-RSUI-RSCM, kamis (25/8).

Ludi menyebutkan, terdapat tiga jenis thalasemia. Pertama, thalasemia mayor, dimana penderitanya butuh transfusi rutin, minum obat kelasi besi setiap hari serta biasanya terdiagnosis saat bayi.

"Kemudian thalasemia intermedia, gejala ringan, butuh transfusi tetapi tidak rutin. Terakhir yaitu thalasemia minor/traid/pembawa, penderitanya tidak bergejala, seperti orang normal, tidak butuh transfusi," jelasnya.

Lanjut Ludi, dalam mendiagnosis thalasemia, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Antara lain tanda dan gejala anemia seperti pucat, lemah, lesu, cepat lelah, kemudian kulit tampak kekuningan, sering sakit dan detak jantung yang cepat serta tampak sesak.

"Cara mendiagnosis thalasemia berikutnya adalah adanya riwayat keluarga, transfusi darah berulang dan dengan pemeriksaan darah," tandasnya.

Baca Juga: Perkuat Sektor Keuangan, Bos OJK Lantik 16 Pimpinan Satuan Kerja Baru

Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Boyke P. Siregar

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: