Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tak Macam Prabowo, Elektabilitas Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan Malah Kompak Merosot, Kok Bisa?

Tak Macam Prabowo, Elektabilitas Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan Malah Kompak Merosot, Kok Bisa? Kredit Foto: Detik
Warta Ekonomi, Jakarta -

Lembaga survei Merdeka Institute for Public Opinion Survey (MIPOS) merilis hasil survei terbarunya akan elektabilitas tokoh politik jelang Pilpres 2024.

Terdapat hal yang cukup menarik perhatian dalam hasil survei tersebut, yakni elektabilitas dari Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan yang merosok.

Baca Juga: Anies Baswedan Kian Dicap Intoleran Habis Bareng NasDem, Eks Loyalis Ahok: Padahal Rekam Jejaknya...

Elektabilitas gubernur jawa tengah itu mengantongi 19,8 persen sementara mantan menteri pendidikan itu mendapat 18,9 persen. Sedangkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bertengger di puncak dengan elektabilitas 32,4 persen.

Peneliti senior MIPOS Edwin A. Sarif mengatakan menurunnya elektabilitas Ganjar dan Anies beberapa faktor, di antaranya trauma publik akan keterbelahan ekstrem seperti Pemilu 2019.

"Publik menilai Ganjar dan Anies duplikasi dan representasi dua kubu yang terbelah saat itu," ujarnya, dilansir JPNN.com, Sabtu (3/12).

Berturut-turut setelah Anies, elektabilitas keempat hingga kesepuluh ditempati oleh Ridwan Kamil (7,5 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (4,5 persen), Erick Thohir (4,1 persen), Moeldoko (3,4 persen), Sandiaga Uno (2,1 persen), Puan Maharani (2,0 persen), Airlangga Hartarto (1,9 persen).

Baca Juga: Gak Dominan Macam Prabowo, Anies Baswedan Dinilai Sulit Membawa NasDem Berjaya: Lain Cerita Jika...

Adapun, MIPOS menggelar survei Dinamika Elektabilitas Para Kandidat Capres Menjelang Pemilu 2024 pada 1 sampai 12 November 2022 di 34 provinsi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Lukas Enembe Ngeluh Tidur Pakai Kasur Tipis di Rutan, AHY Disinggung: Coba Minta sama Ketum Siapa Tahu Dikirimi..

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Warta Ekonomi dengan JPNN.com.

Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel: