Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pangeran dari Kekaisaran Jerman Timur Satu dari Puluhan Tersangka Kudeta, Ternyata Pernah Kampanyekan...

Pangeran dari Kekaisaran Jerman Timur Satu dari Puluhan Tersangka Kudeta, Ternyata Pernah Kampanyekan... Kredit Foto: Unsplash/Marten
Warta Ekonomi, Berlin -

Pangeran Heinrich XIII dari Reuss salah satu dari keturunan terakhir kekaisaran yang berkuasa di Jerman timur. Ia tersangka rencana kudeta mengembalikan kekuasaan monarki dengan menggulingkan pemerintahan demokratis.

Pada Rabu (7/12/2022), pria 71 tahun itu salah satu dari 25 anggota dan pendukung kelompok sayap kanan yang ditangkap pihak berwenang Jerman. Selama empat tahun terakhir ia mengkampanyekan teori di seluruh dunia negara lebih baik di bawah pemerintahan monarki.

Baca Juga: Politikus Jerman: Percobaan Kudeta yang Terjadi Contoh Pengalihan Isu Pemerintah

Pengembang real estate itu itu berasal dari Keluarga Bangsawan Reuss yang selama berabad-abad menguasai daerah yang kini masuk Negara Bagian Thueringen sampai revolusi 1918 yang memicu berdirinya Republik Weimar. Baik Keluarga Reuss maupun kantor Pangeran Reuss merespons permintaan komentar.

Dalam pidato di World Wide Forum pada tahun 2019 lalu ia mengatakan ia menyatukan pemikiran progresif dengan mendorong perubahan radikal yang positif. Kerajaan Reuss, katanya, akan membiarkan masyarakat "hidup bahagia" karena pajak hanya 10 persen dan strukturnya "langsung dan transparan."

"Bila hal-hal tidak berjalan mulus, anda tinggal mendatangi pangeran? Hari ini pada siapa anda mengadu? Parlemen kalian, pemerintah lokal, federal atau tingkat Uni Eropa? Semoga berhasil!" katanya.

Dalam pidato yang dibumbui konspirasi anti-Semit itu ia mengatakan Jerman negara bawahan sejak Perang Dunia II. Ia mengatakan Jerman harus mendapatkan kembali kedaulatannya melalui perjanjian damai.

Ia mengatakan monarki di seluruh dunia termasuk Prancis telah digulingkan karena campur tangan asing yang ingin mendirikan struktur korporat untuk keuntungan. Hasilnya, katanya, rakyat menderita.

Jaksa mengatakan Heinrich menghubungi perwakilan Rusia yang kelompoknya agap pusat kontak untuk mendirikan tatanan baru. Mereka mengatakan tidak ada bukti perwakilan itu memberikan respon positif pada kelompok sayap-kanan tersebut.

Kremlin mengatakan tidak terlibat dalam rencana menggulingkan pemerintahan demokratis Jerman. Heinrich ditangkap di rumahnya di Frankfurt.

Polisi yang memakai balaclva memborgolnya, ia terlihat memakai celana kudoroi, jaket bermotif tartar dan rambut abu-abu panjang. Polisi juga menggeledah pondok berburunya di Thueringen.

Baca Juga: Gandeng Bank dan Multifinance, Penyaluran Pendanaan Modal Rakyat Sentuh Rp 5,1 Triliun

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Warta Ekonomi dengan Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: