Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Garap Proyek Biomethane, PGN Gandeng Tiga Perusahaan Jepang dan PTPN

Garap Proyek Biomethane, PGN Gandeng Tiga Perusahaan Jepang dan PTPN Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT PGN Tbk menggandeng perusahaan gas dari Jepang, yakni Osaka Gas Co Ltd (DAIGAS), JGC Holding Corporation (JGC), dan INPEX Corporation (INPEX) untuk proyek energi bersih biomethane. 

Adapun bio-methane bersumber dari limbah minyak kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN).

Dalam penandatanganan kerja sama, PGN, DAIGAS, JGC, INPEX, dan PTPN sepakat melakukan studi pengolahan menjadi biomethane POME atau biogas yang disuplai dari PTPN.

Baca Juga: PGN Tanda Tangani Pakta Integritas Pengamanan Pembangunan Proyek Jargas Nasional 

“Pada proyek biomethane dari POME ini, PGN berpartisipasi mendukung hubungan G to G di negara-negara Asia untuk memastikan keamanan suplai dan keterjangkauan energi di masa transisi energi untuk mencapai target karbon netral. Sejalan dengan kesiapan PGN untuk mengembangkan biomethane yang pemanfaatannya setara dengan gas bumi bagi berbagai sektor,” ujar Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Heru Setiawan dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (7/3/2023).

Heru juga menyatakan kesiapan distribusi biomethane yang dapat menggunakan jaringan pipa maupun nonpipa gas bumi PGN Group.

Menurutnya, kerja sama ini akan sangat membantu dalam akselerasi pengembangan biomethane di Indonesia. Dengan portofolio PTPN dalam pengolahan minyak kelapa sawit, kajian dapat diperdalam pada pabrik kelapa sawit dan pabrik pengolahan POME, sebagaimana yang diperlukan untuk fasilitas produsi Bio-CNG  turunan POME dan pembuatan kredit karbon atau biosertifikat.

Lanjutnya, melalui kerja sama ini, dapat dilakukan pengukuran terhadap Chemical Oxygen (COD) POME dari pabrik minyak kelapa sawit untuk memperhitungkan risiko penurunan produksi bio-metana tahunan, sehingga dapat diantisipasi.

Selain kerja sama ini, PGN juga membuka peluang untuk bekerja sama dengan badan usaha lain yang bergerak di pengolahan kelapa sawit untuk meningkatkan kapasitas produksi yang dibutuhkan pasar.

“Biomethane sebagai salah satu energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan, dapat menggantikan bahan bakar minyak yang berasal dari fosil. Limbah pabrik kelapa sawit atau POME mengandung bahan yang menghasilkan emisi metana cukup tinggi. Maka PGN bersama mitra berkomitmen mengoptimalkan kerja sama ini untuk mengubah POME menjadi bio energi, agar dapat menambah pasokan energi bersih secara berkelanjutan,” ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Djati Waluyo
Editor: Rosmayanti

Advertisement

Bagikan Artikel: