Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Buka Suara Bela Heru Budi Setelah Pembongkaran Trotoar Santa, Kader PDIP: Maksudnya Baik, Bukan untuk Merusak Kota

Buka Suara Bela Heru Budi Setelah Pembongkaran Trotoar Santa, Kader PDIP: Maksudnya Baik, Bukan untuk Merusak Kota Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pembongkaran trotoar dan jalur sepeda di simpang Santa, Jakarta Selatan, yang diprakarsai oleh Heru Budi Hartono menuai pro dan kontra. Tak sedikit warga Jakarta yang mengkomplain hal tersebut dan menuduh Penjabat Gubernur DKI Jakarta itu tidak berpihak pada pejalan kaki dan hanya merusak keindahan tatanan kota sekaligus menghapus semua legacy Anies Baswedan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Gembong Warsono, membela Heru dengan mengatakan bahwa anggapan merusak keindahan kota lantaran membongkar trotoar adalah sesuatu yang tidak benar. Menurut Gembong, Heru bersama jajaran Pemerintah Provinsi DKI berupaya memperindah kota. Karena itu, pembongkaran fasilitas pedesterian itu tak bertujuan untuk merusak.

"Saya meyakini, enggak (merusak keindahan kota). Karena bagaimanapun juga kita ingin menuju ke arah sana (memperindah kota)," ujar Gembong saat dikonfirmasi beberapa hari lalu.

Baca Juga: Heru Budi Habis Dikritik Soal Ngaspal Trotoar dan Jalur Pedestrian Peninggalan Anies Baswedan, PDIP Pasang Badan: Ada Kajiannya!

Kendati demikian, ia mengakui memang kebijakan Heru membongkar trotoar dan jalur sepeda menuai polemik. Namun, tak ada tujuan untuk merusak kota.

"Bahwa kebijakan yang sekarang mungkin ada beberapa yang kontroversial, ya kami akui, tetapi arahnya tidak ke sana. Saya meyakini itu," ucapnya.

Salah satu alasan Heru, menurut Gembong, adalah karena pengguna sepeda di Jakarta yang jumlahnya masih sedikit.

"Apa pun yang dilakukan itu ketika ada perubahan, ini kan ada perubahan ya pasti saya meyakini itu melalui kajian. Kajiannya apa? Kajian terhadap pengguna jalur sepeda yang ada di Jakarta," jelasnya.

Baca Juga: Obrak-abrik Trotoar Hingga Ogah Salat Id di JIS, Heru Budi Benar-benar Mau Kaburkan Warisan Anies Baswedan?

Karena itu, demi memaksimalkan ruang yang ada, jalur sepeda dan trotoar diubah menjadi jalan kendaraan bermotor. Tujuannya demi mengurai kemacetan yang biasa terjadi di kawasan simpang Santa.

Kendati demikian, ia mengakui memang setiap kebijakan perlu dilakukan evaluasi. Pemprov diminta cermat melihat perkembangan dan hasilnya atas suatu kebijakan.

"Yang musti kita cermati adalah soal dampak akibat dari perubahan fungsi itu. Apakah dampaknya maksimal untuk mengurai kemacetan atau justru sebaliknya? Ini yang musti kita uji," pungkasnya.

Baca Juga: Gembong Warsono Pasang Badan Buat Heru Budi Usai Bongkar Trotoar Simpang Santa

Sebelumnya, Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyatakan pihaknya melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait sedang melakukan evaluasi atas kisruh pengaturan lalu lintas Simpang Santa, Jakarta Selatan. Ia pun meminta masyarakat bersabar untuk saat ini.

Heru menyebut pihaknya mengutamakan kenyamanan bagi seluruh masyarakat pengguna jalan. Ia sudah meminta dinas terkait agar segera menemukan jalan keluar atas masalah ini.

"Saya harap masyarakat bisa bersabar saja dulu, dinas terkait lagi kerja (jalur Simpang Santa) agar bisa digunakan dengan nyaman. Prinsipnya untuk kenyamanan seluruh masyarakat pengguna jalan," ujar Heru di Pasar Gembrong, Jakarta Timur.

Baca Juga: Viral Trotoar Dibongkar Jadi Jalan Mobil, Heru Budi Disebut Ngebet Hapus Legacy Anies Baswedan

Ia pun menilai polemik yang muncul atas pengaturan lalin di simpang Santa adalah hal yang lumrah. Sebab, setiap kebijakan akan memunculkan pro dan kontra.

"Pemprov DKI berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik bagi semua warganya," tuturnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Yohanna Valerie Immanuella

Advertisement

Bagikan Artikel: