Kredit Foto: Andi Hidayat
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menegaskan perlunya penyempurnaan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar target peningkatan kualitas gizi anak dapat tercapai secara optimal.
Menurut Said, program yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut memiliki tujuan strategis untuk menekan prevalensi gizi kronis anak yang saat ini masih berada di kisaran 19 persen atau sekitar 19 dari setiap 100 kelahiran.
“Agenda peningkatan kualitas gizi anak merupakan langkah penting dan patut didukung. Program intervensi seperti school feeding program telah diterapkan di banyak negara dan terbukti memberi hasil positif,” ujar Said dalam keterangan tertulis, Jumat (27/2/2026).
Baca Juga: PDIP Sebut Rp223,5 Triliun Anggaran MBG Diambil dari Pos Pendidikan APBN
Ia menyebut sejumlah negara seperti Tiongkok, Jepang, hingga negara-negara Skandinavia telah lebih dahulu menerapkan program serupa sebagai bagian dari kebijakan pembangunan sumber daya manusia.
Meski demikian, Said menilai pelaksanaan MBG memerlukan evaluasi berkelanjutan, khususnya dalam aspek pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pemerintah menargetkan 35.270 SPPG beroperasi tahun ini, dengan sebagian besar dikelola masyarakat melalui yayasan maupun perorangan.
Menurutnya, partisipasi publik merupakan langkah positif, namun harus disertai kepatuhan terhadap standar pelayanan dan kualitas menu gizi yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri