Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Menurut Survei Mayoritas Masyarakat Puas dengan Kinerja Jokowi karena Sering Beri Bantuan ke Rakyat Kecil

Menurut Survei Mayoritas Masyarakat Puas dengan Kinerja Jokowi karena Sering Beri Bantuan ke Rakyat Kecil Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mayoritas masyarakat merasa puas dengan hasil kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) di pemerintahan. Hal ini berdasarkan rilis survei terbaru yang dikeluarkan lembaga survei Indikator Politik Indonesia.

Disebutkan mayoritas warga puas dengan kinerja Jokowi dengan rincian 63,3 persen merasa cukup puas dan 12,9 persen sangat puas.

Sementara itu untuk yang merasa kurang puas mencapai 19,4 persen dan tidak puas sama sekali sebesar 2,5 persen. 1,9 persen tidak tahu atau tidak jawab.

“Mayoritas warga cukup/sangat puas atas kinerja Joko Widodo sebagai Presiden, 76.2%,” demikian bunyi rilis Indikator, dikutip Sabtu (10/12/23).

Baca Juga: Investor Asing Belum Ada di IKN, Jokowi: Masa Satu Saja Ndak Ada...

Mengenai alasan masyarakat merasa puas dengan kinerja Jokowi, ditemukan sebesar 33,6 persen beralasan karena presiden memberi bantuan ke rakyat kecil. Diikuti dengan alasan kedua membangun infrastruktur yang memeroleh 25,1 persen, dan alasan ketiga presiden dinilai merakyat sebesar 8,9 persen. Dan sisanya menyebut alasan lain seperti kinerja bagus dan pribadi yang baik, dll.

Sedangkan untuk masyarakat yang tidak puas alasan pertama adalah harga kebutuhan pokok mahal dengan memeroleh 23,8 persen. Diikuti alasan kedua yakni bantuan tidak merata sebesar 18,9 persen dan alasan ketiga kemiskinan tidak berkurang dengan 9,5 persen. Dan sisanya menyebut alasan lain seperti gagal memberantas korupsi dll.

Untuk diketahui, survei indikator yang dilakukan tatap muka secara nasional yang dilakukan pada 23 November-1 Desember 2023 menggunakan penarikan sampel metode multistage random sampling. Dalam survei ini jumlah sampel basis sebanyak 1200 orang yang berasal dari seluruh Provinsi yang terdistribusi secara proporsional, kemudian dilakukan oversample di 15 Provinsi yakni Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Bali, NTT, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan dan Papua. Sehingga total sample sebanyak 5.380 responden.

Baca Juga: Nggak Cuma Pas Nyapres, Ternyata Anies Baswedan Sudah Lama Suarakan Pemiskinan Koruptor!

Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan

Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel basis 1200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error--MoE) sekitar ±2.9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Baca Juga: Industri Perkebunan Berpegang Teguh Pada Konsep Bisnis Berkelanjutan

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Bayu Muhardianto
Editor: Bayu Muhardianto

Advertisement

Bagikan Artikel: