Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ada Libur Panjang, Rupiah Berpotensi Tertekan Hingga Mendekati Rp17.200 per USD

Ada Libur Panjang, Rupiah Berpotensi Tertekan Hingga Mendekati Rp17.200 per USD Kredit Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi melemah hingga mendekati level Rp17.200 pada perdagangan pekan depan. Tekanan utama mata uang Garuda datang dari kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal pemerintah.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan defisit anggaran negara diperkirakan akanmelewati batas psikologis 3% dari produk domestik bruto (PDB). Bahkan, pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa defisit anggaran berpeluang mencapai lebih dari 4%.

 "Nah ini yang kemungkinan besar akan membuat rupiah mengalami pelemahan," jelas Ibrahim dalam pernyataannya kepada wartawan, Minggu (15/3/2026).

Pelemahan rupiah, lanjut Ibrahim juga dipengaruhi momentum libur panjang menjelang dan selama Idulfitri. Periode libur panjang biasanya membuat likuiditas pasar domestik menurun, sehingga pergerakan nilai tukar menjadi lebih rentan terhadap tekanan eksternal.

Pengalaman pada periode Idulfitri di tahun-tahun sebelumnya menunjukkan pola serupa. Pada periode 2024 hingga 2025, rupiah juga tercatat mengalami pelemahan yang cukup signifikan bertepatan dengan libur Lebaran.

"Libur panjang untuk Idulfitri ini, ini yang ditakutkan bahwa rupiah ini akan tembus ke level tertingginya," ucap dia.

Sementara dari sisi eksternal, potensi eskalasi konflik geopolitik juga menjadi faktor yang patut diwaspadai. Ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz, berpotensi memicu gejolak pasar keuangan global

"Ini yang harus bisa diantisipasi, sehingga rupiah pelemahannya kemungkinan besar itu bisa mencapai di level Rp17.150 sampai di Rp17.200. Ini tinggal melihat situasi dan kondisi tersebut," pungkas dia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Ferry Hidayat