Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kripto Jadi Senjata Baru Trump Hadapi Biden di Pemilu 2024

Kripto Jadi Senjata Baru Trump Hadapi Biden di Pemilu 2024 Kredit Foto: Unsplash/Kanchanara
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mata uang kripto menjadi salah satu senjata politik bagi calon pemimpin yang sedang berlaga di pemilu Amerika 2024. Mantan presiden yang kini mencalonkan kembali, Donald Trump, menebar pikat bagi para investor kripto melalui citra barunya yang disebut lebih pro kripto ketimbang Biden.

Berbeda dengan Joe Biden yang dikenal dengan pandangan pesimisnya pada dunia kripto, Donald Trump diketahui beberapa kali bersinggungan dengan kripto.

Melansir Axios, Arkham Intelligence menyebut bahwa Donald Trump memiliki dompet digital kripto yang berisi sekitar 10 juta dolar. Hal ini membuat beberapa pihak percaya bahwa Donald Trump akan mengangkat dunia kripto menjadi lebih baik jika berhasil kembali menjabat sebagai presiden Amerika Serikat. 

Sebelumnya, Trump mengundang pemegang seri NFT-nya ke rumahnya di Florida. Trump disebut memberi janji untuk menghilangkan aturan memberatkan terkait industri kripto. 

Selain itu, rayuan Trump juga sampai ke tingkat kongres di Capitol Hill, yang disebut memiliki pandangan positif terhadap apa yang dijanjikan oleh Trump. Para pemimpin di kedua kubu disebut-sebut mengikuti jejak Trump dalam merayu industri kripto.

“Jika Anda menyukai kripto dalam bentuk apa pun…dan kripto hadir dalam berbagai bentuk…jika Anda menyukai kripto, lebih baik Anda memilih Trump,” kata Trump dilansir dari Nasdaq. 

Padahal, pada bulan Juli 2019 lalu Trump pernah menulis tweet bahwa dia bukan penggemar Bitcoin. Dia menegaskan bahwa dolar adalah satu-satunya mata uang riil di AS.

Baca Juga: Masih Terus Dilema, Bitcoin Turun Lagi Setelah Sentuh Harga 70 Ribu Dolar

Sementara itu, Biden tentu tidak tinggal diam. Baru-baru ini, Biden mengatakan akan memveto House Joint Resolution atau Resolusi Bersama DPR sebelum DPR atau Senat melakukan pemungutan suara. Hal ini terkait dengan niat pembatalan SAB 121 SEC.

Seperti yang diketahui, SAB 121 memang disebut mempersulit perkembangan kripto di Amerika. Utamanya karena SAB 121 menghalangi kerja sama antara lembaga keuangan dan perusahaan kripto. 

“Pemerintahan saya tidak akan mendukung tindakan yang membahayakan kesejahteraan konsumen dan investor. Pemerintahan saya sangat ingin bekerja sama dengan Kongres untuk memastikan kerangka peraturan yang komprehensif dan seimbang untuk aset digital, berdasarkan otoritas yang ada, yang akan mendorong pengembangan aset digital dan inovasi pembayaran yang bertanggung jawab serta membantu memperkuat kepemimpinan Amerika Serikat dalam sistem pembayaran global,” kata Joe Biden dilansir dari Nasdaq.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: