Kredit Foto: Istihanah
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan kebijakan penundaan akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun bukan bentuk pelarangan, melainkan upaya memperkuat jati diri dan akhlak generasi muda. Kebijakan tersebut dinilai penting agar anak siap menghadapi kompleksitas dunia digital.
Pernyataan itu disampaikan Menag menanggapi aturan yang diterbitkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital terkait pembatasan akses media sosial bagi anak. Regulasi tersebut merupakan turunan dari kebijakan perlindungan anak di ruang digital yang mulai berlaku pada 28 Maret 2026.
"Menunda akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun mulai 28 Maret 2026 bukanlah pembatasan melainkan upaya untuk penguatan jati diri dan akhlak sebelum mereka terpapar kompleksitas dunia maya," kata Nasaruddin Umar dikutip dari ANTARA, Kamis (19/3/2026).
Menurutnya, kebijakan ini merupakan bentuk ijtihad negara dalam menjaga tumbuh kembang anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Negara ingin memastikan nilai agama dan etika tertanam lebih dulu sebelum anak berinteraksi luas di ruang digital.
"Ini adalah ijtihad regulasi negara untuk melindungi tumbuh kembang generasi muda. Kita ingin memastikan bahwa pondasi agama dan etika tertanam kuat di lingkungan keluarga dan pendidikan sebelum mereka melangkah ke jagat digital," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, khususnya lembaga pendidikan keagamaan. Peran sekolah dan keluarga dinilai krusial dalam membentuk karakter anak sejak dini.
Baca Juga: Pemerintah Resmi Nonaktifkan Akun Medsos Anak di Bawah 16 Tahun Mulai Akhir Maret 2026
Kementerian Agama pun meminta seluruh madrasah dan lembaga pendidikan keagamaan untuk turut mengawal implementasi aturan tersebut. Momentum ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat literasi dan pembinaan karakter siswa.
Pendampingan dari guru, kiai, dan orang tua menjadi kunci agar anak mampu tumbuh seimbang antara kecerdasan digital dan kekuatan karakter. Upaya ini diharapkan dapat melahirkan generasi yang tidak hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga memiliki integritas dan tanggung jawab sosial yang kuat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Aldi Ginastiar