Kesiapan Tenaga Kerja RI Terdampak Transformasi Digital Industri 4.0, Ini Langkah Kemenperin
Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Menurut Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, salah satu kemampuan yang harus dimiliki calon pekerja migran untuk bekerja di luar negeri adalah penguasaan bahasa asing, setidaknya kemampuan bahasa tingkat dasar. “Kami dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) nanti salah satunya akan menyiapkan beasiswa, kemudian kami berikan pelatihan juga karena kami juga punya Balai Latihan Kerja (BLK). Lab Bahasa kami punya, ada Bahasa Inggris dan Mandarin, ke depannya kami siapkan Bahasa Jepang,” tuturnya.
Kemarin, Rabu (25/06), BPSDMI Kemenperin juga menerima kunjungan dari Ketua AAI Co., Ltd. Jepang Nakamura Hirohide yang turut membawa tiga perusahaan Jepang di bidang otomotif dan logistik, yaitu BESTie, Sanyo Trading Group, dan Atago Corporation untuk melakukan penjajakan kerja sama dalam pembentukan kelas industri internasional di seluruh unit pendidikan dan pelatihan vokasi Kemenperin.
“Dengan suksesnya kelas industri Morimitsu dan AAI di unit pendidikan vokasi Kemenperin, beberapa perusahaan Jepang yang hadir hari ini sangat antusias untuk menjalin kerja sama dengan Kemenperin,” tutur Nakamura.
Tentunya hal ini memperkuat komitmen Kemenperin untuk terus menyiapkan SDM industri yang tidak hanya kompeten namun juga berdaya saing global dan siap kerja baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya