Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Presiden Prabowo: Tidak Mungkin Kita Lepas dari Kemiskinan Tanpa Swasembada

Presiden Prabowo: Tidak Mungkin Kita Lepas dari Kemiskinan Tanpa Swasembada Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Bogor -

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa kemandirian pangan menjadi syarat mutlak bagi Indonesia untuk mencapai kemakmuran dan keluar dari jerat kemiskinan. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam Taklimat Awal Tahun di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).

Prabowo menilai dinamika global yang dipenuhi konflik dan perang telah membuktikan kebenaran strategi swasembada pangan yang ditempuh pemerintah. Menurutnya, ketergantungan pada impor beras justru menempatkan Indonesia pada posisi rentan di tengah ketidakpastian geopolitik dunia.

“Tidak mungkin kita makmur, tidak mungkin kita lepas dari kemiskinan kalau kita tidak swasembada. Strategi ini ternyata dibenarkan oleh dinamika dunia,” ujar Prabowo.

Ia mengingatkan bahwa selama ini sumber impor beras Indonesia berasal dari negara-negara yang kini berada dalam situasi konflik, seperti Thailand, Kamboja, dan Vietnam. Prabowo menyoroti ketegangan berkepanjangan di kawasan tersebut yang berulang kali diwarnai konflik bersenjata.

“Bayangkan kalau kita tidak swasembada beras, di tengah konflik dan perang di mana-mana. Thailand dan Kamboja terus berkonflik. Setelah damai, meletus lagi,” katanya.

Selain Asia Tenggara, Prabowo juga menyinggung ketegangan antara India dan Pakistan. Padahal, India selama ini menjadi salah satu sumber impor pangan bagi Indonesia. Situasi tersebut, menurutnya, menunjukkan betapa berisikonya ketergantungan pada pasokan luar negeri.

Baca Juga: Putar Video Banyak Anak yang Minta MBG, Presiden Prabowo: Hei Orang yang Pintar Mengejek, Lihat Ini!

Prabowo turut mengingatkan pengalaman Indonesia saat pandemi Covid-19, ketika banyak negara pengekspor pangan menutup keran ekspor demi kepentingan domestik masing-masing. Kondisi itu membuat impor menjadi sulit meskipun Indonesia memiliki kemampuan finansial.

“Waktu Covid, semua negara pengekspor makanan menutup. Kita tidak bisa impor walaupun kita punya uang. Dan impor berarti devisa kita keluar,” tegasnya.

Oleh karena itu, Prabowo menegaskan bahwa kemandirian pangan dan energi harus menjadi fondasi utama pembangunan nasional. Ia menilai hanya dengan berdiri di atas kaki sendiri, Indonesia dapat menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan nasional di tengah gejolak global.

“Saudara-saudara, pangan dan energi harus kita mandiri. Harus kita mandiri,” pungkas Prabowo.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah

Advertisement

Bagikan Artikel: