Kredit Foto: DJKI
Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan impor Indonesia sepanjang Januari–November 2025 mengalami kenakan 2,03 persen (CtC) menjadi USD 218,02 miliar.
Faktor utama peningkatan ekspor tersebut disebabkan oleh impor nonmigas yang naik 4,37 persen menjadi USD 188,61 miliar dibanding Januari–November 2024 sebesar USD 180,71 miliar.
Baca Juga: Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan kepada Sejumlah Petani dan Tokoh Pertanian
Meskipun demikian, pada November 2025 ekspor Indonesia mengalami penurunan 9,09 persen menjad USD 19,86 miliar dibanding Oktober 2025 (MoM).
Nilai impor November 2025 terdiri atas sektor nonmigas sebesar USD 17,00 miliar dan migas sebesar USD 2,86 miliar.
Lebih lanjut, beberapa komoditas impor nonmigas dengan peningkatan tertinggi, antara lain, garam, belerang, batu, dan semen (HS 25) sebesar 70,89 persen; kakao dan olahannya (HS 18) 54,53 persen; serta berbagai produk kimia (HS 38) 36,12 persen (CtC).
Berdasarkan negara asal, impor nonmigas Indonesia pada Januari–November 2025 didominasi Tiongkok, Jepang, dan AS dengan kontribusi gabungan mencapai 52,87 persen terhadap total impor nonmigas.
Sementara itu, negara asal impor dengan kenaikan tertinggi dibanding Januari–November 2024 adalah Meksiko dengan 234,22 persen, Uni Emirat Arab 74,86 persen, dan Spanyol 38,32 persen (CtC).
Selain itu, struktur impor Januari–November 2025 masih didominasi bahan baku atau penolong dengan pangsa 70,27 persen, diikuti barang modal 20,55 persen dan barang konsumsi 9,18 persen.
Dibanding Januari–November 2024, impor barang modal naik 18,54 persen, sementara impor barang konsumsi turun 2,02 persen, dan bahan baku atau penolong turun 1,46 persen.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait:
Advertisement