Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pemerintah Siapkan Alternatif Impor Minyak Dari AS Hingga Nigeria

Pemerintah Siapkan Alternatif Impor Minyak Dari AS Hingga Nigeria Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi gangguan pasokan energi global. Langkah ini diambil guna merespons penutupan jalur perdagangan di Selat Hormuz akibat konflik Iran dan Amerika Serikat.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah menyiapkan sejumlah strategi mitigasi terkait pasokan minyak nasional. Indonesia akan mengalihkan sumber impor minyak mentah jika jalur Timur Tengah terus terganggu.

Pemerintah berencana mengonversi pasokan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah ke negara lain. Alternatif negara pemasok yang disiapkan antara lain Amerika Serikat, Brasil, Australia, dan Nigeria.

"Dan tadi beberapa hari yang saya sudah laporkan, bahwa kita akan mengkonversi dari BBM kita, crude ya, minyak mentah dari Middle East, ke Amerika dan beberapa negara lain, seperti Nigeria, kemudian Brasil, Australia, dan beberapa negara lain," ucap Bahlil pada Kamis (12/3/2026).

Kementerian ESDM akan terus menyesuaikan kebijakan pembelian minyak dengan perkembangan harga pasar dunia. Pemerintah berkomitmen mengikuti pergerakan harga minyak mentah Indonesia atau ICP sebagai acuan utama.

Ketidakpastian jalur pelayaran telah memicu lonjakan harga minyak global dalam beberapa hari terakhir. Harga minyak sempat menyentuh angka di atas 110 dolar AS per barel sebelum kembali turun.

Bahlil memastikan bahwa stok bahan bakar minyak nasional tetap terjaga dalam kondisi aman. Masyarakat diminta untuk tetap tenang serta tidak melakukan aksi pembelian secara berlebihan.

Ketahanan stok minyak di dalam tangki penyimpanan nasional tercatat mencukupi untuk kebutuhan 23 hari. "Kemarin kan saya sudah ngomong di beberapa kali di media, bahwa stok kita itu dalam kondisi yang aman. 23 hari, nggak perlu ada panic buying. 23 hari yang dimaksudkan itu adalah di dalam tangki kita," tutur Bahlil.

Baca Juga: Dampak Perang Iran di Luar Dugaan, Tim Energi Trump Disebut Harus Cari Cara untuk Menekan Harga Minyak

Pemerintah hingga kini belum menghitung secara pasti potensi tambahan anggaran subsidi energi. Pergerakan harga minyak dunia yang sangat fluktuatif menjadi alasan utama tertundanya perhitungan tersebut.

Rata-rata harga minyak sejak Januari hingga saat ini dinilai belum melampaui angka asumsi APBN. Pemerintah akan terus memantau dinamika harga pasar global secara rutin demi menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Amry Nur Hidayat