Kredit Foto: Istimewa
Harga emas dunia menguat pada perdagangan di Jumat (9/1). Ia berada dalam tren kenaikan mingguan, seiring investor menimbang data ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan serta ketidakpastian kebijakan dari Amerika Serikat (AS).
Dilansir dari Reuters, Senin (12/1), Spot gold naik sekitar 0,5% ke US$4.496,09. Sementara emas berjangka berakhir menguat 0,9% ke US$4.500,90.
Baca Juga: Targetkan Produksi 7,85 Juta Ton Batu Bara, Emiten Tambang Harry Tanoesoedibjo Ajukan RKAB ke ESDM
Logam mulia lainnya juga mencatatkan kenaikan, spot silver naik 3,5% ke US$79,56, spot platinum naik 0,8% ke US$2.284,50, dan palladium meningkat 1,6% ke US$1.814,93.
Data Desember nonfarm payrolls menunjukkan penambahan pekerjaan hanya 50.000. Namun tingkat pengangguran turun menjadi 4,4%. Hal itu memicu ekspektasi pelaku pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve.
Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek mengatakan kombinasi lingkungan penciptaan lapangan kerja yang lemah, potensi peningkatan ketegangan geopolitik, harga minyak yang lebih tinggi serta kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter menciptakan kondisi yang mendukung permintaan terhadap logam mulia sebagai aset aman.
Ketidakpastian geopolitik yang tinggi juga turut mempengaruhi pasar, termasuk konflik di Timur Tengah, Rusia–Ukraina hingga Ukraina.
Baca Juga: Poh Group Dorong Investasi Tambang Techno9 Indonesia
Analisis Metals Focus juga memperkirakan harga emas dapat mencetak rekor baru di atas US$5.000 di 2026. Ia akan naik didorong tren de-dolarisasi dan risiko geopolitik yang meningkat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement