Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Negara Hadir hingga Pelosok Negeri: Pembangunan Dipercepat dan Kesejahteraan Rakyat Diperkuat

Negara Hadir hingga Pelosok Negeri: Pembangunan Dipercepat dan Kesejahteraan Rakyat Diperkuat Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa setiap langkah dan kebijakan pemerintah dalam membangun bangsa senantiasa mengedepankan kepentingan rakyat. Komitmen tersebut menjadi landasan pemerintah untuk terus hadir dan berpihak kepada masyarakat.

“Seperti yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto, pemerintah tidak akan membiarkan rakyatnya menghadapi kesulitan sendiri. Negara hadir, bekerja, dan berpihak kepada rakyat,” jelas  Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya pada Jumat, 13 Maret 2026.

Menurut Seskab Teddy, komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program dan kebijakan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat di Tanah Air. Upaya tersebut mencakup percepatan pembangunan hingga peningkatan kesejahteraan sosial.

“Pemerintah terus memastikan bahwa kehadiran negara dapat dirasakan hingga ke tingkat paling kecil—di desa, dusun, hingga dukuh. Melalui berbagai program percepatan pembangunan, pemerataan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan terus diupayakan agar manfaatnya dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” imbuhnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo: Kekayaan Alam Indonesia Harus Utamakan Kepentingan Bangsa

Dalam keterangannya, Seskab Teddy juga memaparkan sejumlah capaian nyata dari program-program pemerintah yang telah dijalankan selama satu setengah tahun pemerintahan Presiden Prabowo. Dalam upaya mendukung sektor pendidikan, pemerintah telah membangun 218 jembatan gantung yang diselesaikan dalam kurun waktu 2,5 bulan guna memberikan akses yang aman bagi anak-anak menuju sekolah.

“Sehingga anak-anak kini dapat menyeberang sungai menuju sekolah dengan lebih aman tanpa harus melepas sepatu,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga melakukan renovasi sejumlah sekolah dan fasilitas sanitasi di berbagai daerah di Tanah Air guna menciptakan lingkungan belajar yang layak dan sehat. “Renovasi lebih dari 16.000 sekolah dan toilet dalam satu tahun pertama pemerintahan, guna menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak, sehat, dan aman bagi para siswa di berbagai daerah,” imbuhnya.

Tidak hanya mendorong pembangunan fasilitas fisik untuk membangun lingkungan pendidikan yang nyaman dan aman, Seskab Teddy menuturkan bahwa pemerintah juga berupaya membangun lingkungan digital yang aman dan sehat bagi anak melalui implementasi PP TUNAS (Tunggu Anak Siap).

Selain itu, pemerintah juga secara berkelanjutan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah, di antaranya melalui program “Gentengisasi” serta berbagai upaya pemberdayaan masyarakat.

“Program ‘Gentengisasi’ sebagai upaya memperkuat pelaku UMKM lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Panen raya udang di lahan seluas 200 hektare yang melibatkan warga binaan pemasyarakatan di Nusakambangan dan Kendal sebagai bentuk pemberdayaan dan pembinaan produktif,” pungkasnya.

Lebih lanjut, pemerintah juga hadir dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat melalui berbagai dukungan, salah satunya di Aceh. “Penguatan kehidupan sosial dan keagamaan, antara lain melalui penyaluran 70.000 Al-Qur’an serta dukungan 3.000 ekor sapi untuk tradisi Meugang di Aceh,” ungkap Seskab Teddy.

Dengan berbagai program yang terus dijalankan, pemerintah berupaya memastikan bahwa kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia dengan membangun dari desa, memperkuat kesejahteraan, dan menghadirkan harapan hingga ke pelosok negeri.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah