Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

AS Rilis Sejumlah Data Ekonomi, Begini Pergerakan Harga Emas Global Hari Ini (12/2)

AS Rilis Sejumlah Data Ekonomi, Begini Pergerakan Harga Emas Global Hari Ini (12/2) Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga emas dunia melemah pada perdagangan di Kamis (12/2). Ia tertekan oleh penguatan imbal hasil obligasi dan sikap investor yang semakin berhati-hati menjelang rilis lanjutan data ekonomi dari Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari Reuters, Harga emas spot tercatat turun 0,44% ke US$5.058,49. Pelemahan ini terjadi di tengah fokus pasar pada serangkaian data ekonomi dari Negeri Paman Sam.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Mandek di Level Rp2.947.000 per Gram

Laporan ketenagakerjaan terbaru menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang melampaui ekspektasi pada Januari. Sementara tingkat pengangguran turun tipis sebagai sinyal stabilitas pasar tenaga kerja.

Kondisi tersebut memperkuat pandangan bahwa bank sentral memiliki ruang untuk menahan suku bunga acuannya lebih lama, sehingga mengurangi daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Kepala Pasar Asia-Pasifik Capital Economics, Thomas Mathews mengatakan bahwa gambaran besar saat ini menunjukkan pasar tenaga kerja mulai mengetat di AS.

“Jika itu benar, investor kemungkinan terlalu optimistis terhadap peluang pelonggaran kebijakan moneter lanjutan, dan pasar obligasi masih berpotensi menghadapi tekanan tambahan,” ujar Mathews.

Ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga sebesar setidaknya dua puluh lima basis poin pada pertemuan bulan depan sempat naik hingga sekitar 20%. Namun, peluang tersebut turun tajam setelah laporan ketenagakerjaan yang kuat. Meski demikian, pelaku pasar masih memperkirakan setidaknya dua kali penurunan suku bunga sepanjang tahun ini.

Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi tenor dua tahun berada di kisaran 3,512%. Sementara itu, imbal hasil obligasi acuan tenor sepuluh tahun tercatat sekitar 4,186%.

Kenaikan imbal hasil tersebut turut menopang dolar yang sebelumnya berada di bawah tekanan. Penguatan dolar pada gilirannya menekan harga emas. Namun, analis menilai ketidakpastian terkait independensi bank sentral dan risiko kebijakan masih membayangi, sehingga dolar membutuhkan lebih banyak kejutan positif dari data ekonomi untuk mempertahankan tren penguatannya.

Baca Juga: Harga Emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Stagnan pada 12 Februari 2026

Selanjutnya, perhatian pasar akan tertuju pada rilis data inflasi yang dijadwalkan pada Jumat. Data tersebut diperkirakan menjadi ujian penting bagi pandangan pasar terkait waktu dan besaran pemangkasan suku bunga ke depan, sekaligus menentukan arah pergerakan emas dalam jangka pendek.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: