Kredit Foto: Flickr/European Parliament
Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen menegaskan penolakan terhadap upaya aneksasi wilayahnya yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Dilansir Selasa (20/1), Nielsen mengatakan sejumlah hari terakhir menjadi momen penting bagi Greenland. Ia menyoroti aksi demonstrasi damai yang menunjukkan persatuan serta penghormatan terhadap demokrasi yang hadir di Greenland.
Baca Juga: Presiden Prancis Balik Ancam Trump soal Greenland
Nielsen juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dari negara dan pemimpin asing, khususnya dari Eropa. Menurutnya, dukungan tersebut bukan bentuk campur tangan, melainkan pengakuan bahwa pihaknya merupakan masyarakat demokratis yang berhak menentukan masa depannya sendiri.
Ia menegaskan bahwa ancaman tarif tidak akan mengubah sikap Greenland. Pemerintah Greenland katanya tidak akan tunduk pada tekanan dan akan tetap berpegang pada dialog, saling menghormati serta hukum internasional.
Adapun Menteri Luar Negeri Greenland Vivian Motzfeldt dan Menteri Pertahanan Denmark Troels Lund Poulsen dijadwalkan bertemu Sekretaris Jenderal North Atlantic Treaty Organization (NATO) Mark Rutte di Brussels.
Baca Juga: Menkeunya Trump Sebut Eropa Lemah, Makin Ngotot Ingin Kuasai Greenland
Motzfeldt, Poulsen dan Rutte akan melakukan pertemuan penting untuk memastikan pembahasan keamanan dengan melibatkan Greenland.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement