Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Anggota DPR Herman Khaeron Apresiasi Kinerja BNI dan BTN Dorong Digitalisasi dan KUR Perumahan

Anggota DPR Herman Khaeron Apresiasi Kinerja BNI dan BTN Dorong Digitalisasi dan KUR Perumahan Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron mengapresiasi kinerja PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama jajaran direksi di Gedung Nusantara I, Kompleks DPR RI, Jakarta.

Herman menilai capaian kedua bank pelat merah tersebut mencerminkan ketahanan perbankan nasional di tengah kondisi ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian. Tekanan geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, hingga kebijakan proteksionisme perdagangan dinilai menjadi tantangan yang tidak ringan bagi sektor keuangan nasional.

“Di tengah tantangan global yang semakin berat, kinerja BNI dan BTN menunjukkan ketahanan dan kehandalan manajerial perbankan Indonesia. Secara umum indikator kinerja sudah cukup baik dan perlu terus dipertahankan serta ditingkatkan,” ujar Herman dalam rapat tersebut.

Ia juga menyoroti rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang dinilai masih terkendali. Sejalan dengan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rasio NPL perbankan nasional tercatat stabil di bawah 3 persen. Kondisi ini mencerminkan kualitas aset perbankan yang relatif terjaga serta aktivitas sektor ekonomi riil yang masih tumbuh.

Khusus BNI, Herman menilai komposisi penyaluran kredit yang berimbang di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, pertanian, perikanan, industri pengolahan, hingga jasa, berpotensi menjadikan BNI sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan laporan kinerja keuangan yang dirilis perseroan, pertumbuhan kredit BNI ditopang oleh segmen korporasi, konsumer, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ke depan, Herman mendorong BNI untuk memperbesar skala bisnis, terutama melalui percepatan digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Ia juga menekankan pentingnya penguatan keamanan siber seiring meningkatnya transaksi digital. OJK sebelumnya menegaskan bahwa ketahanan sistem teknologi informasi menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas perbankan di era digital.

Selain itu, Herman mendorong penguatan segmen korporasi dan global BNI agar mampu bersaing dengan bank-bank internasional. Ia menilai ekspansi BNI di luar negeri, khususnya dalam mendukung pembiayaan perdagangan dan layanan bagi diaspora Indonesia, mulai menunjukkan perkembangan yang positif.

Baca Juga: Dukungan Pembinaan Atlet Muda BNI Raih Prestasi Gemilang di Indonesia Masters 2026

Sementara itu, untuk BTN, Herman menyatakan dukungan penuh terhadap peningkatan alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR), khususnya yang berkaitan dengan sektor perumahan. Ia menilai realisasi KUR BTN relatif baik dibandingkan bank lainnya. Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menunjukkan sektor perumahan memiliki efek berganda yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Penambahan kuota KUR BTN dapat mendorong pengembang kecil dan menengah meningkatkan pembangunan perumahan rakyat, sekaligus mendukung program pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan hunian,” kata Herman.

Di akhir pernyataannya, Herman juga mengapresiasi peningkatan kualitas layanan perbankan, seraya mengingatkan agar pelayanan prima dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: