Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Lewat Kunjungan Universiti Malaya, Gubernur Khofifah Perkuat Ruang Kolaborasi Perkuat Pembangunan SDM Berkelanjutan di Jatim

Lewat Kunjungan Universiti Malaya, Gubernur Khofifah Perkuat Ruang Kolaborasi Perkuat Pembangunan SDM Berkelanjutan di Jatim Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Surabaya -

Pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Timur terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkelanjutan dengan membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi dan komunitas internasional, termasuk Universiti Malaya, Malaysia yang berkunjung Gedung Negara Grahadi, Surabaya kemarin.

‎Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai, kunjungan kehormatan dari Universiti Malaya ini merupakan bagian Program Outbound Malang Intellectual Journey. Untuk itu kata Khofifah, pihaknya menyambut baik serta menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan persahabatan, kerja sama, serta pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Malaysia, khususnya di bidang pendidikan dan pengembangan SDM.

‎"Saya berharap, kunjungan ini dapat memberikan pengalaman yang berkesan, memperluas wawasan, serta menjadi awal dari kerja sama yang semakin erat, produktif, dan berkesinambungan antara Jawa Timur dan Malaysia," ujar Khofifah.

‎Menurut Khofifah, program kunjungan akademik semacam ini tidak hanya memperkuat jejaring antarmahasiswa dan perguruan tinggi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran lintas budaya serta pertukaran perspektif global.

‎"Program ini tidak hanya memperkuat jejaring antarmahasiswa dan perguruan tinggi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran lintas budaya serta pertukaran perspektif global," katanya

‎Perempuan nomer satu di Jawa Timur ini juga menjelaskan, potensi Jawa Timur sebagai provinsi dengan modal dasar pembangunan yang kuat. Dengan jumlah penduduk mencapai hampir 15 persen dari total penduduk Indonesia dan didominasi usia produktif, Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

‎"Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Potensi tersebut ditopang oleh letak geografis yang strategis, infrastruktur yang semakin terkoneksi, serta ekosistem industri dan logistik yang terus berkembang," jelasnya.

‎Secara ekonomi, lanjutnya, Jawa Timurkonsisten menunjukkan kinerja yang solid. Pada Triwulan III-2025, ekonomi Jawa Timur tumbuh positif sebesar 5,22 persen (y-on-y), lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan nasional yang sebesar 5,04 persen.

‎Khofifah menyebutkan, provinsi Jawa Timur juga menjadi penyumbang ekonomi terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi sebesar 25,65 persen dan berkontribusi 14,54 persen terhadap perekonomian nasional. Capaian ini mencerminkan ketahanan sekaligus daya saing ekonomi Jawa Timur di tengah dinamika dan ketidakpastian global.

‎"Saat ini, Jawa Timur mengambil peran sebagai 'Gerbang Baru Nusantara', yang didukung oleh keberadaan Pelabuhan Tanjung Perak yang melayani hampir 80 persen distribusi logistik ke kawasan Indonesia Timur," terangnya.

‎Disisi lain Khofifah juga menjelaskan bahwakarakter Jawa Timur sebagai daerah yang menjunjung tinggi Islam moderat dan toleransi. Menurutnya, fondasi moderasi beragama di Indonesia tidak lepas dari peran para Wali Songo.

‎"Lima dari sembilan Wali yang mengajarkan Islam moderasi ini ada di Jawa Timur, Sunan Ampel, Sunan Giri, Maulana Malik Ibrahim, Sunan Drajat dan Sunan Bonang," tuturnya.

‎Ia menilai nilai-nilai moderasi dan toleransi tersebut menjadi perekat kuat hubungan Indonesia dan Malaysia sebagai bangsa serumpun. Menurutnya, persaudaraan yang harmonis dan kedekatan kultur merupakan kekuatan besar dalam membangun energi positif bagi kemajuan kedua negara.

‎"Persaudaraan yang harmonis, kultur yang hampir sama ini menjadi kekuatan untuk terus menggerakkan seluruh energi positif dalam membangun negara kita masing-masing," ungkap mantan Menteri Sosial ini.

‎Sementara itu, Pensyarah Kanan Jabatan Usuluddin dan Dakwah Universiti Malaya, Dr. Muhammad Hazim bin Mohd Azhar, menyampaikan, pihaknya mengapresiasikanatas sambutan dan kesempatan yang diberikan Gubernur Jawa Timur.

Baca Juga: Perkuat Ekosistem Pendidikan, Khofifah Resmikan Rehabilitasi 26 SMA, SMK, dan SLB di Kediri

‎Muhammad Hazim mengakui, sangat terkesan dengan paparan mengenai Islam moderat yang dibangun para Wali Songo di Tanah Jawa dan hingga kini tetap menjadi pegangan masyarakat Indonesia.

‎"Saya selaku wakil daripada Universiti Malaya sangat menghargai dan berterima kasih, sangat-sangat hargai kepada ibu Gubernur semoga Allah SWT akan angkat derajat beliau. Saya kira ibu Gubernur itu sebagai satu nikmat yang Allah berikan kepada penduduk atau rakyat Jawa Timur," pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Mochamad Ali Topan
Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: