Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ada Wacana Mobil Listrik CBU Diwajibkan Bangun Stasiun Pengisian Daya untuk Umum

Ada Wacana Mobil Listrik CBU Diwajibkan Bangun Stasiun Pengisian Daya untuk Umum Kredit Foto: PLN
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Investasi, Perdagangan, dan Industri (MITI) Malaysia sedang menggodok aturan untuk mewajibkan perusahaan yang membawa masuk kendaraan listrik impor utuh (CBU) untuk memasang lebih banyak fasilitas pengisian daya kendaraan listrik (EV) atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Dilaporkan Free Malaysia Today, Menteri Perdagangan dan Industri Malaysia Datuk Seri Johari Abdul Ghani mengatakan langkah ini menjadi persyaratan untuk mendukung pertumbuhan EV dan akses ke pengisian daya EV di seluruh negeri.

"Untuk mobil impor CBU, kami ingin mereka juga berperan dalam menyediakan fasilitas ini,” kata Datuk.

Untuk diketahui, hingga 31 Desember 2025, terdapat total 5.624 pengisi daya publik yang terpasang di Malaysia atau 56% dari target 10.000 pengisi daya publik yang ditetapkan Pemerintah Malaysia pada tahun 2025.

Dari jumlah tersebut, 1.923 pengisi daya cepat DC telah terpasang, melampaui target 1.500 unit untuk titik pengisian daya DC, sementara pengisi daya AC tertinggal di angka 3.701 unit, atau sekitar 43% dari target 8.500 unit.

Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Target 2030 Mobil Listrik di Indonesia Harus Memenuhi Syarat Minimal TKDN 80 Persen

"Ketersediaan pengisi daya cepat merupakan faktor utama yang memengaruhi kepercayaan pengguna untuk beralih ke kendaraan listrik,” kata Johari.

Ia juga mengatakan bahwa memprioritaskan pemasangan pengisi daya DC sangat penting untuk membangun kepercayaan konsumen dan mendorong pemilik kendaraan listrik untuk memasang pengisi daya di rumah.

Di antara merek-merek EV di Malaysia yang memiliki jaringan pengisian daya sendiri adalah Tesla, yang mendapatkan pengecualian dari kewajiban memiliki mitra lokal untuk AP waralabanya di bawah program BEV Global Leaders pada tahun 2023.

Salah satu persyaratan untuk pengecualian Tesla adalah setidaknya 30% dari pengisi daya cepat DC-nya (dengan minimal 180 kW) harus terbuka untuk umum, dan dapat digunakan oleh EV dari merek lain mulai tahun 2025, tetapi hal ini belum terjadi karena Supercharger Tesla masih hanya dapat diakses oleh kendaraan Tesla.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Bagikan Artikel: