Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pupuk Indonesia Libatkan 1.620 Inovator untuk Ketahanan Pangan

Pupuk Indonesia Libatkan 1.620 Inovator untuk Ketahanan Pangan Kredit Foto: Pupuk Indonesia
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Pupuk Indonesia (Persero) melibatkan lebih dari 1.620 inovator dari kalangan mahasiswa, peneliti, profesional, hingga startup dalam ajang FertInnovation Challenge 2025 guna memperkuat ekosistem inovasi pertanian dan mendukung kemandirian pangan nasional. 

Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis Pupuk Indonesia Jamsaton Nababan mengatakan ajang tersebut menjadi instrumen perusahaan membangun rantai riset yang relevan dengan kebutuhan sektor pertanian dan industri pupuk.

“FertInnovation Challenge bukan sekadar kompetisi inovasi, tetapi sebagai instrumen strategis perusahaan untuk membangun pipeline riset dan inovasi yang relevan dengan tantangan sektor pertanian dan industri pupuk nasional. Ajang ini sejalan dengan komitmen Pupuk Indonesia dalam mendukung swasembada pangan nasional melalui penguatan inovasi, teknologi, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” ujarnya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (6/2/2026). 

Baca Juga: Produksi Lampaui Target, Pupuk Kaltim Siap Tancap Gas 2026

Program dua tahunan ini diselenggarakan bersama Indonesia Agrichemical Research Institute (IARI) sebagai platform open innovation untuk menyerap gagasan eksternal dan mendorong transformasi pertanian berbasis teknologi.

Tema tahun ini adalah Cultivating Innovation, Achieving Food Self-Sufficiency. Peserta mengikuti seleksi bertahap mulai dari penyaringan administratif hingga final pitching.

Empat kategori utama yang dilombakan meliputi Precision Agriculture & Digital FarmingClimate Resilience & Sustainable FertilizerAI-Driven Agri Supply Chain, serta Process & Plant Engineering.

“Keempat kategori ini dirancang untuk menjawab kebutuhan inovasi dari hulu hingga hilir mulai dari teknis budidaya tanaman presisi, sistem distribusi dan rantai pasok pupuk, keberlanjutan lingkungan, hingga keandalan proses dan fasilitas produksi,” kata Jamsaton.

Baca Juga: Hackathon Pusdatin Kemendikdasmen Lahirkan Inovasi Digital untuk Optimalisasi Aplikasi Rumah Pendidikan

Pemenang setiap kategori memperoleh hadiah Rp30 juta untuk juara pertama, Rp20 juta juara kedua, dan Rp10 juta juara ketiga. Selain itu, ide terpilih berpeluang memperoleh inkubasi dan kolaborasi lanjutan dengan nilai pengembangan hingga Rp2 miliar.

Menurut Jamsaton, program ini mempertemukan industri, akademisi, peneliti, dan pembuat kebijakan dalam satu ekosistem kolaboratif.

“Kami percaya bahwa inovasi yang lahir dari FertInnovation akan berkontribusi nyata dalam meningkatkan efisiensi proses produksi, ketahanan sistem distribusi pupuk, keberlanjutan lingkungan, serta produktivitas pertanian nasional,” tandasnya.

Ia menambahkan pendekatan open innovation diharapkan mempercepat hilirisasi riset dan memperkuat peran perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: