Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Produksi Lampaui Target, Pupuk Kaltim Siap Tancap Gas 2026

Produksi Lampaui Target, Pupuk Kaltim Siap Tancap Gas 2026 Kredit Foto: PKT
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menutup 2025 dengan realisasi produksi mencapai 6,68 juta ton atau melampaui target tahunan, sekaligus menegaskan kesiapan perusahaan melanjutkan tren kinerja operasional positif pada 2026 guna menjaga pasokan pupuk nasional.

Sepanjang 2025, Pupuk Kaltim membukukan total produksi sebesar 6.679.415 ton atau rata-rata 107,3% dari target tahunan. Capaian tersebut mencerminkan keandalan operasional perusahaan dalam mendukung produktivitas pertanian dan agenda ketahanan pangan pemerintah.

Direktur Operasi Pupuk Kaltim F. Purwanto menyampaikan bahwa realisasi produksi tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak, termasuk dukungan kebijakan pemerintah serta arahan strategis PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai induk usaha.

“Kami mengapresiasi dukungan pemerintah dan arahan strategis Pupuk Indonesia yang memberikan landasan kuat bagi Pupuk Kaltim dalam menjaga keberlanjutan operasional sepanjang 2025. Melalui kolaborasi seluruh insan perusahaan, kami dapat memastikan pasokan pupuk nasional tetap terjaga untuk mendukung produktivitas sektor pertanian,” kata Purwanto, Jakarta, Rabu (7/1/2026).

Baca Juga: Pupuk Indonesia Pastikan Stok Aman dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi 1 Januari 2026 Berjalan Tanpa Kendala

Berdasarkan rincian produksi, sepanjang 2025 Pupuk Kaltim memproduksi 3.578.366 ton pupuk urea dan 328.154 ton pupuk NPK. Sementara itu, produksi amonia sebagai produk petrokimia tercatat mencapai 2.772.895 ton.

Kinerja produksi tersebut ditopang oleh stabilitas operasional 13 fasilitas produksi yang dimiliki Pupuk Kaltim. Keandalan seluruh fasilitas ini menjadi fondasi utama dalam menjaga kontinuitas produksi dan memastikan kebutuhan pupuk nasional dapat terpenuhi secara optimal.

Seiring dengan upaya menjaga keandalan operasional, Pupuk Kaltim juga menjalankan proyek strategis peremajaan (revamping) Pabrik Amonia PKT-2. Proyek ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi energi, menurunkan konsumsi gas, serta mengurangi emisi karbon sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap pengembangan industri pupuk yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Siap Salurkan Pupuk Bersubsidi 9,8 Juta Ton pada 2026

Revamping Pabrik Amonia PKT-2 ditargetkan rampung pada semester I 2026 dan diproyeksikan mampu menurunkan emisi hingga 110.000 ton CO2 per tahun. Selain itu, perusahaan juga memperkuat penerapan Operational Excellenceserta optimalisasi inovasi teknologi melalui Smart Production untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi di seluruh lini bisnis.

Langkah-langkah tersebut diarahkan untuk menjaga kualitas dan keunggulan produk sekaligus memperkuat kinerja operasional Pupuk Kaltim dalam menghadapi kebutuhan pupuk nasional pada 2026.

“Ke depan, Pupuk Kaltim akan terus mengeksplorasi berbagai inovasi untuk meningkatkan kapasitas produksi, efisiensi operasional, dan kompetensi insan perusahaan, sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung sektor pertanian dan swasembada pangan nasional,” tutup Purwanto.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: