Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Indosat (ISAT) Bukukan Laba Bersih Rp5,5 Triliun pada 2025, Tumbuh 12,2%

Indosat (ISAT) Bukukan Laba Bersih Rp5,5 Triliun pada 2025, Tumbuh 12,2% Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Indosat Tbk. (ISAT) mencatat kinerja yang tetap solid pada tahun buku 2025, meski industri telekomunikasi dihadapkan pada berbagai tantangan. Per 31 Desember 2025, Indosat membukukan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp5,5 triliun, tumbuh 12,2% dari Rp4,91 triliun pada tahun sebelumnya. 

"Laba meningkat sebesar Rp598,9 miliar, terutama disebabkan kenaikan pendapatan, penurunan beban karyawan, pemasaran, beban lain-lain dan kenaikan penghasilan (beban) operasional lain-lain bersih yang dimbangi oleh kenaikan beban penyelenggaraan jasa, umum, administrasi, penyusutan dan amortisasi," kata manajemen dalam keterangan tertulis, Senin (9/2). 

Dari sisi top line, total pendapatan perseroan naik tipis 1,1% secara tahunan menjadi Rp56,51 triliun dari Rp55,88 triliun pada 2024. Sementara itu, EBITDA meningkat 0,8% YoY menjadi Rp26,59 triliun, dengan margin EBITDA yang tetap kuat sebesar 47,1%.

Baca Juga: Bank Muamalat Hadirkan Promo Indosat untuk Februari 2026

Kontribusi terbesar terhadap pendapatan konsolidasian masih datang dari layanan selular yang menyumbang 83,8%. Sementara layanan multimedia, komunikasi data, dan internet (MIDI) berkontribusi 14,8%, serta telekomunikasi tetap sebesar 1,4%.

Pendapatan selular tercatat naik 0,7% menjadi Rp47,35 triliun, terutama ditopang oleh kenaikan jasa nilai tambah. Sementara, pendapatan MIDI meningkat lebih tinggi, yakni 4,5% menjadi Rp8,34 triliun, didorong pertumbuhan layanan IT meski diimbangi penurunan pendapatan konektivitas tetap dan internet tetap.

Adapun pendapatan telekomunikasi tetap tercatat turun 5,4% menjadi Rp817,59 miliar akibat penurunan pendapatan telepon internasional, meski sebagian tertopang oleh kenaikan telepon jaringan tetap.

Total beban perseroan sepanjang 2025 mencapai Rp45,24 triliun, naik Rp194,2 miliar atau 0,4% dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan beban penyelenggaraan jasa, penyusutan dan amortisasi, beban umum dan administrasi, yang diimbangi dengan penurunan beban karyawan, beban pemasaran, dan kenaikan penghasilan (beban) operasional lain-lain bersih," ujar manajemen

Baca Juga: Peroleh Lisensi, Anak Usaha WIFI Siap Luncurkan Internet Rakyat

Dari sisi neraca, hingga 31 Desember 2025, total aset Indosat tercatat Rp118,62 triliun, naik dari Rp114,38 triliun pada 2024. Liabilitas bengkak menjadi Rp79,12 triliun dari Rp77,73 triliun, sementara ekuitas tumbuh menjadi Rp39,5 triliun dari Rp36,65 triliun.

Di tengah kinerja keuangan tersebut, basis pelanggan Indosat terjaga stabil di angka 94 juta sepanjang 2025. Sementara itu, trafik data meningkat 9,2% menjadi 17.655 petabyte (PB), mencerminkan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia, dengan Indosat terus berperan dalam memperluas akses dan pemberdayaan masyarakat di ranah digital.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Bagikan Artikel: