Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Presiden Ukraina Terdesak, Amerika Serikat Kini Malah Jadi Seperti Rusia

Presiden Ukraina Terdesak, Amerika Serikat Kini Malah Jadi Seperti Rusia Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ukraina menyuarakan keprihatinannya terhadap dengan upaya pemaksaan damai dengan Rusia. Pihaknya mengungkit bagaimana pihaknya kini mendapatkan tekanan dari Amerika Serikat (AS).

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyatakan harapan agar perundingan damai dapat berlangsung serius dan substantif. Namun kenyataannya, pihaknya terlalu sering diminta melakukan konsesi, sementara tuntutan serupa tidak diarahkan kepada Rusia.

Baca Juga: Diam-diam Kirim Utusan, China Akhirnya Tegaskan Posisinya Dalam Perang Rusia-Ukraina

“Kami benar-benar berharap pertemuan trilateral pekan depan akan serius dan membantu semua pihak. Namun, jujur saja, terkadang terasa seperti para pihak membicarakan hal yang sepenuhnya berbeda,” ujar Zelenskiy, dikutip dari Reuters.

Zelenskiy juga mengakui merasakan sedikit tekanan dari Trump. Sang presiden sebelumnya memaksanya untuk segera berdamai dengan Rusia.

“Amerika sering kembali ke topik konsesi, dan terlalu sering konsesi itu dibahas hanya dalam konteks Ukraina, bukan Rusia,” kata Zelenskiy.

Ukraina dan Rusia sebelumnya telah menjalani dua putaran perundingan yang dimediasi Amerika Serikat di Abu Dhabi. Kedua pihak menyebut pembicaraan itu konstruktif, namun belum menghasilkan terobosan besar.

Baca Juga: Rusia Blokir Total WhatsApp, Dorong Warga Pakai Aplikasi Pesan Lokal

Zelenskiy mendesak sekutunya untuk meningkatkan tekanan terhadap Moskow. Ia menyarankan hal tersebit dilakukan melalui sanksi yang lebih keras serta peningkatan pasokan persenjataan. Ia juga mengingatkan bahwa terlalu banyak pembicaraan tanpa diimbangi tindakan nyata.

Adapun isu wilayah tetap menjadi ganjalan utama berakhirnya perang dari Rusia-Ukraina. Rusia menuntut penyerahan wilayah dari Donetsk. Hal itu dengan tegas ditolak oleh Zelenskiy.

Ukraina sebagai alternatif menyatakan kesiapan membahas usulan zona perdagangan bebas dalam kawasan tersebut, sembari membekukan sisa garis depan sepanjang sekitar 1.200 Km.

Baca Juga: Elon Musk Obrak-abrik Komando Pasukan Rusia di Ukraina

Dunia juga terus mendorong adanya kesepakatan damai dari Rusia-Ukraina. Ia tak hanya datang dari barat, namun juga dri China.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi menegaskan kembali komitmennya untuk mendorong perundingan damai terkait konflik Ukraina. Ia menyatakan posisi negaranya konsisten dan jelas, yakni seluruh konflik regional harus diselesaikan melalui dialog dan konsultasi, termasuk krisis Ukraina.

Baca Juga: Geramnya Rusia ke Trump Gegara Tak Dilibatkan Soal Bisnis Minyak Venezuela

Wang mengatakan pihaknya telah mengirimkan utusan khusus untuk melakukan mediasi dan terus mendorong semua pihak melalui berbagai jalur diplomatik agar segera mencapai gencatan senjata dan kembali ke meja perundingan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel: