- Home
- /
- EkBis
- /
- Infrastruktur
Waskita Karya Tambah Portofolio Pembangunan Rumah Sakit, RSUD Kubu Raya Diapresiasi Menkes Budi
Kredit Foto: Istimewa
PT Waskita Karya (Persero) Tbk menyelesaikan proyek konstruksi terintegrasi rancang dan bangun Rumah Sakit Umum Daerah Tuan Besar Syarif Idrus (RSUD TBSI) di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Proyek yang telah rampung sejak akhir tahun lalu itu mendapat kunjungan langsung dari Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, pada pekan lalu.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Budi meninjau kesiapan fasilitas rumah sakit yang kini resmi ditingkatkan statusnya menjadi Tipe C. Peningkatan ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Kementerian Kesehatan, yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan mempercepat peningkatan kualitas layanan publik di sektor kesehatan, khususnya di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
RSUD TBSI adalah satu dari 66 RSUD di Indonesia yang ditingkatkan dari Tipe D ke Tipe C. Hingga saat ini, sudah 22 rumah sakit yang berhasil dibangun.
Menkes Budi didampingi oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan; Bupati Kubu Raya, Sujiwo; serta Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko. Ia menjelaskan bahwa RSUD TBSI kini telah dilengkapi dengan fasilitas untuk menangani penyakit katastropik seperti kanker, jantung, stroke, dan ginjal, serta layanan kesehatan ibu dan anak.
"Dengan adanya rumah sakit ini, masyarakat tidak perlu lagi dirujuk jauh-jauh hingga ke Pontianak," tambahnya.
Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko, menuturkan bahwa Waskita Karya berhasil melakukan pembaruan desain pada gedung dan fasilitas rumah sakit yang berdiri di atas lahan seluas 6,4 hektar dengan total luas bangunan mencapai 6.795 meter persegi.
Gedung RSUD terdiri dari tiga lantai dengan fasilitas lengkap, meliputi IGD, radiologi, cathlab, ICVCU, dan poliklinik di lantai dasar. Lantai dua difungsikan untuk ruang rawat inap, hemodialisa, farmasi, laboratorium patologi, dan CSSD. Sementara lantai tiga diperuntukkan bagi ICU, HCU, NICU, dan Instalasi Bedah Sentral.
Menteri Kesehatan mengapresiasi kinerja Waskita Karya yang dinilai sukses menyelesaikan proyek senilai Rp143,9 miliar dengan cepat dan berkualitas.
“Struktur bangunan hasil karya BUMN ini sudah terbentuk dengan baik, bahkan bisa menjadi standar bagi pengembangan rumah sakit PHTC lainnya,” puji Budi.
Dalam pelaksanaan proyek ini, Waskita Karya mengusung pendekatan berpusat pada pasien (patient-centered design) dengan memadukan aspek fungsional, estetika, dan keberlanjutan.
Tata letak bangunan dirancang intuitif, ruang tunggu dibuat nyaman, serta privasi pasien tetap terjaga. Pada bagian fasad, perusahaan mengaplikasikan motif batik khas Kalimantan Barat pada elemen dinding, kusen, hingga atap, memadukan sentuhan modern dengan kearifan lokal.
Paulus menambahkan bahwa pengalaman Waskita Karya di sektor kesehatan telah terbangun lebih dari 65 tahun. Sejumlah proyek strategis yang pernah digarap antara lain RSUD Tigaraksa, RS Cahya Kawaluyan, RSUD Pasar Minggu, RS Darurat Covid-19 Pulau Galang, RS Universitas Sumatera Utara, RSUD Pekanbaru, RS Universitas Sebelas Maret, RS Semen Padang, Samarinda Medical Centre, RS Sentul City, RS Dr. Sardjito, RS Advent Bandung, RSUD Kota Tangerang, RS Badung Bali, RS dr. Muhammad Zein Painan, RS Dr. (HC) Ir. Soekarno, serta proyek revitalisasi RSCM dan RSUP Fatmawati.
“Kami berharap RSUD TBSI Kubu Raya dapat menjadi tempat yang nyaman bagi pasien dan mendukung proses penyembuhan. Proyek ini adalah wujud nyata komitmen Waskita Karya dalam mendukung peningkatan layanan kesehatan nasional,” tutup Paulus, Jumat (13/2/2025).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: