Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Investor Waspada, Penurunan Harga Bitcoin (BTC) Bisa Jadi Tanda Krisis Akibat AI

Investor Waspada, Penurunan Harga Bitcoin (BTC) Bisa Jadi Tanda Krisis Akibat AI Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga bitcoin kembali anjlok dan terus memberikan sinyal pelemahan. Hal ini bisa menjadi tanda bahwa aset kripto tersebut memperingatkan soal adanya ancaman krisis akibat kecerdasan buatan (AI).

Founder Bitmex, Arthur Hayes menyebut pergerakan bitcoin yang menyimpang dari saham teknologi menunjukkan peran bitcoin sebagai alarm kebakaran likuiditas fiat global.

Baca Juga: Efek Sikap The Fed, Harga Bitcoin (BTC) Hari Ini (19/2) Anjlok Jadi Segini

“Bitcoin adalah aset yang paling responsif terhadap perubahan suplai kredit fiat. Divergensi antara bitcoin dan nasdaq baru-baru ini membunyikan alarm bahwa peristiwa penghancuran kredit berskala besar sudah di depan mata,” ungkap Hayes.

Hayes mengatakan hal ini tidak terlepas dari bagaimana kecerdasan buatan menggantikan puluhan juta pekerja di Amerika Serikat. Hal itu berpotensi memicu gagal bayar kredit konsumen dan hipotek senilai sekitar US$557 Miliar.

Ia menilai guncangan tersebut akan menekan perbankan regional dan memaksa bank sentral melakukan pelonggaran likuiditas dalam skala sangat besar.

Ia menilai fase awal krisis akan bersifat deflasioner dan menekan aset berisiko, termasuk kripto. Namun, setelah bank sentral turun tangan, kondisi tersebut justru dinilai akan menguntungkan bitcoin.

Baca Juga: Strategy (MSTR) Kembali Borong Bitcoin (BTC), Jumlahnya Segini

“Deflasi memang buruk, tetapi pada akhirnya positif bagi aset yang sensitif terhadap kredit fiat seperti bitcoin. Pasar akan menilai dampaknya terlebih dahulu, lalu otoritas moneter akan panik dan mencetak uang dalam jumlah besar,” ujar Hayes.

Sebagai sinyal tambahan, ia juga menyoroti kenaikan harga emas yang nasibnya berbanding terbalik jika dibandingkan dengan bitcoin. Menurutnya, kondisi tersebut mengindikasikan meningkatnya risiko deflasi dan sikap risk-off dalam sistem keuangan global.

Baca Juga: ETF Bitcoin (BTC) BlackRock Diborong Raksasa Investor Abu Dhabi

Ia memperingatkan bahwa tekanan jangka pendek masih bisa berlanjut. Bitcoin berpotensi turun lebih dalam, bahkan menembus level US$60.000.

Baca Juga: Harga Bitcoin (BTC) Turun, Michael Saylor: Kami Akan Terus Beli Selamanya!

Hayes menyarankan investor kripto untuk menjaga likuiditas, menghindari leverage dan bersikap defensif hingga ada sinyal jelas dari bank sentral bahwa fase pelonggaran moneter telah dimulai.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel: