Kredit Foto: Istimewa
1. Ekspor Indonesia ke AS Bebas Tarif
Amerika Serikat memberikan tarif 0% untuk seluruh produk pertanian Indonesia yang masuk dalam 1.819 pos tarif. Komoditas seperti minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, dan karet kini dapat menembus pasar AS tanpa bea masuk, sehingga daya saingnya meningkat signifikan dibandingkan negara pesaing.
2. Impor Pertanian AS ke Indonesia Juga Nol Persen
Sebagai bagian dari komitmen timbal balik, Indonesia memberikan fasilitas tarif 0% untuk produk pertanian asal Amerika Serikat. "Indonesia komitmen untuk memberikan fasilitas untuk produk Amerika dengan tarif nol karena utamanya Indonesia mengimpor produk pertanian, kemudian juga soybean," jelas Menko Airlangga.
Poin penting yang ditekankan pemerintah adalah dampak langsung kebijakan ini terhadap stabilitas harga pangan di dalam negeri. Dengan masuknya kedelai dan gandum tanpa bea masuk, biaya bahan baku untuk industri tahu, tempe, dan mi akan berkurang.
"Masyarakat Indonesia membayar 0% untuk barang yang diproduksi dari soybean ataupun dalam hal ini noodle ataupun dalam bentuk tahu dan tempe. Jadi, masyarakat kita tidak dikenakan beban tambahan biaya untuk bahan baku yang kita impor dari Amerika Serikat," tegasnya.
Pemerintah memastikan bahwa kebijakan ini justru akan mengendalikan inflasi, bukan memicunya. "Dengan pembukaan impor bahan baku pangan esensial seperti untuk tahu, tempe, dan mi yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia, tidak akan ada inflasi akibat produk pertanian AS," tambah Menko Perekonomian.
Meski memberikan akses luas, pemerintah memastikan ada mekanisme perlindungan bagi petani dan industri dalam negeri. Melalui Council of Trade and Investment yang dibentuk dalam perjanjian ini, kedua negara akan memantau arus perdagangan komoditas pertanian.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: