Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Emiten Hypermart (MPPA) Mau Rights Issue 24 Miliar Saham, Dananya Buat Ini

Emiten Hypermart (MPPA) Mau Rights Issue 24 Miliar Saham, Dananya Buat Ini Kredit Foto: Matahari Putra Prima
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) berencana melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Dalam aksi ini, Perseroan akan menerbitkan maksimal 24 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham.

Langkah ini tak lepas dari dukungan pemegang saham utama, PT Multipolar Tbk (MLPL). MLPL memastikan akan melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya.

Sesuai skema yang disiapkan, apabila terdapat saham baru yang tidak diambil oleh pemegang saham, alokasi pertama akan diberikan kepada investor yang melakukan pemesanan saham tambahan. Jika masih tersisa, barulah MLPL masuk sebagai pembeli siaga.

"Dalam hal setelah alokasi pemesanan saham tambahan masih terdapat sisa saham, maka MLPL akan bertindak sebagai Pembeli Siaga untuk mengambil bagian atas sebagian sisa saham yang tidak diambil bagian oleh pemegang HMETD secara tunai yang nilainya setara dengan sebanyak-banyaknya 7.566.400.000 saham," kata manajemen.

Baca Juga: Borong Aset Properti, Emiten Grup Lippo (MPPA) Gelontorkan Rp780 Miliar

Dana hasil rights issue, setelah dikurangi biaya-biaya, akan difokuskan untuk pembelian aset properti berupa tanah dan bangunan di sejumlah wilayah strategis, yakni Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kota Bogor, Kota Yogyakarta, serta Kabupaten Tangerang.

Adapun sisa dana akan dialokasikan untuk memperkuat modal kerja Perseroan atau penyertaan modal kepada entitas anak guna mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan usaha.

"Tujuan dari rencana PMHMETD oleh Perseroan adalah pengembangan bisnis untuk mendukung pertumbuhan pendapatan, profitabilitas, dan prospek usaha Perseroan ke depannya, yang dapat memberikan manfaat dan nilai tambah bagi Perseroan, pemegang saham, dan pemangku kepentingan," jelas manajemen.

Baca Juga: Penjualan Naik, tapi Pengelola Hypermart (MPPA) Masih Tekor Rp152 Miliar di 2025

Secara finansial, pelaksanaan PMHMETD ini diproyeksikan meningkatkan aset dan ekuitas secara signifikan. Struktur permodalan Perseroan pun diharapkan menjadi lebih kokoh, sehingga kondisi keuangan semakin sehat dan akses terhadap pendanaan di masa depan menjadi lebih mudah.

Penguatan modal ini juga akan menopang kebutuhan modal kerja, optimalisasi sinergi operasional, hingga berbagai inisiatif strategis lain yang menunjang pertumbuhan berkelanjutan.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, MPPA akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 Maret 2026 guna meminta persetujuan pemegang saham.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Bagikan Artikel: