Sebut Israel Berhak Kuasai Wilayah Timur Tengah, Dubes AS Mike Huckabee 'Dirujak' Sejumlah Negara
Kredit Foto: Reuters/Amir Cohen
Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Israel, Mike Huckabee baru-baru ini bikin heboh atas pernyataannya yang menyebut Israel memiliki "hak alkitabiah" untuk menguasai seluruh atau sebagian besar wilayah Timur Tengah.
Atas ulah anak buah Donald Trump itu, Huckabee pun ramai-ramai dikecam, seperti pemerintah Mauritania menilai pernyataan tersebut bertentangan dengan hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah Mauritania menegaskan kembali bahwa Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, serta Jalur Gaza merupakan wilayah Palestina yang diduduki sesuai hukum internasional dan resolusi-resolusi PBB terkait.
Kementerian tersebut juga menyatakan bahwa setiap upaya untuk memaksakan realitas baru yang bertentangan dengan hukum internasional di wilayah-wilayah tersebut harus ditolak dan dianggap “tidak sah serta tidak berlaku.”
Mauritania kembali menegaskan dukungannya terhadap pembentukan negara Palestina merdeka berdasarkan perbatasan 4 Juni 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.
Liga Arab dan Mesir Ikut Mengecam
Senada dengan pemerintah Mauritania, kecaman serupa juga datang dari Liga Arab melalui Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul-Gheit yang menyebut pernyataan Huckabee tidak logis dan tidak rasional, serta tidak sejalan dengan prinsip dasar dan norma diplomasi yang telah diakui secara luas.
Menurut Aboul-Gheit, pernyataan tersebut berpotensi memperkeruh situasi dan membangkitkan sentimen keagamaan maupun nasional di tengah upaya berbagai pihak menjajaki pelaksanaan gencatan senjata di Gaza dan mendorong proses politik menuju perdamaian.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Mesir menyatakan sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB.
Dalam pernyataan resminya, Mesir kembali menegaskan posisi lama bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki maupun wilayah Arab lainnya.
Mesir juga menyampaikan penolakan tegas terhadap setiap upaya aneksasi Tepi Barat atau pemisahan wilayah tersebut dari Jalur Gaza.
Hal yang sama dilontarkan oleh Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan Al Saud yang menilai pernyataan Huckabee menciptakan preseden berbahaya dan bentuk ekstrem berpotensi membawa konsekuensi serius serta mengancam perdamaian dan keamanan internasional. Ia juga menilai pernyataan tersebut dapat merusak fondasi tatanan internasional dan memperuncing ketegangan di kawasan.
Pernyataan kontroversial Huckabee disampaikan dalam wawancara dengan podcaster asal AS, Tucker Carlson, yang dipublikasikan pada Jumat (20/2).
Dalam wawancara tersebut, Huckabee menyatakan bahwa Israel memiliki “hak alkitabiah” atas seluruh kawasan Timur Tengah. “Tidak masalah jika mereka (Israel) mengambil semuanya,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: