'Lama Dipantau Prabowo', Dua Isu di Balik Pencopotan Kepala BGN usai Lempar Wacana MBG di Arab Saudi
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana resmi dicopot dari jabatannya oleh Presiden Prabowo Subianto, hanya beberapa jam setelah wacana perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke Sekolah Indonesia Jeddah, Arab Saudi, menjadi sorotan publik.
Pergantian pimpinan BGN diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, dalam sidang kabinet di Istana Merdeka, Selasa (2/6/2026) malam. Dalam kesempatan tersebut, pemerintah mengumumkan pengangkatan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru.
Baca Juga: ‘Tanpa Saya, Anda Sudah Dipenjara,’ Netanyahu Diamuk Trump Gegara Rusak Upaya Negosiasi Amerika-Iran
"Untuk selanjutnya, bapak Presiden memutuskan mengangkat saudari Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru," kata Pratikno.
Selain Dadan, dua pimpinan lain di BGN yakni Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung juga ikut diberhentikan dalam restrukturisasi lembaga tersebut.
Pratikno menjelaskan keputusan itu diambil setelah pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BGN selama hampir satu setengah tahun terakhir.
"Selama kurang lebih hampir satu setengah tahun melakukan monitoring dan evaluasi, maka pada hari ini tanggal 2 Juni 2026, bapak Presiden melakukan penggantian pimpinan Badan Gizi Nasional," ujarnya.
Pratikno juga mengatakan Presiden Prabowo telah melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas BGN sejak lembaga tersebut berdiri. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar penggantian pimpinan guna memperbaiki sejumlah aspek yang dinilai masih perlu dibenahi.
"Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP, ada yang berkenaan dalam menjalankan tata kelola. Termasuk kedisiplinan dalam menjaga kualitas makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh BGN," ungkap Pratikno.
Menariknya, pencopotan Dadan terjadi di tengah polemik yang muncul setelah dirinya menggagas kemungkinan penerapan MBG bagi siswa Sekolah Indonesia Jeddah di Arab Saudi.
Dalam kunjungannya ke sekolah tersebut, Dadan mengungkapkan ada sekitar 1.081 anak pekerja migran Indonesia yang bersekolah di sana dan dinilai berpotensi menjadi penerima manfaat program MBG.
Ia bahkan menyebut usulan tersebut dapat menjadi proyek percontohan sebelum diperluas ke komunitas pekerja migran Indonesia di negara lain.
Menurut Dadan, keinginan menghadirkan MBG di Jeddah muncul setelah para siswa menyampaikan harapan agar bisa menikmati program yang sama seperti anak-anak di Indonesia.
"Mereka spontan ingin menikmati program yang dirasakan oleh teman-temannya di Indonesia," kata Dadan.
Namun, wacana tersebut langsung menuai kritik dari sejumlah kalangan. Beberapa anggota DPR menilai pemerintah seharusnya lebih fokus menyelesaikan berbagai persoalan pelaksanaan MBG di dalam negeri sebelum berbicara mengenai ekspansi program ke luar negeri.
Sorotan terutama mengarah pada aspek tata kelola, pengawasan, distribusi, hingga kualitas layanan MBG yang dinilai masih membutuhkan banyak perbaikan di berbagai daerah.
Meski pemerintah tidak mengaitkan pergantian pimpinan BGN dengan kontroversi usulan MBG di Arab Saudi, momentum pencopotan Dadan yang berlangsung tidak lama setelah wacana tersebut mencuat menjadi perhatian publik.
Di sisi lain, Presiden Prabowo tetap menyampaikan apresiasi atas kontribusi Dadan dalam membangun fondasi awal BGN sebagai lembaga pelaksana program MBG yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
Baca Juga: Jokowi Takut Masuk Penjara Gegara Kebijakannya Saat Masih Jadi Presiden Indonesia, Ini Kata PDIP
Kini tongkat estafet kepemimpinan BGN berada di tangan Nanik S. Deyang, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN dan dikenal aktif mengawasi pelaksanaan program MBG di berbagai daerah. Dengan pergantian tersebut, perhatian publik akan tertuju pada arah kebijakan baru BGN, termasuk nasib usulan MBG bagi anak-anak pekerja migran Indonesia di luar negeri yang sebelumnya digagas Dadan Hindayana.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: