Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Australia Tidak Akan Terlibat Perang Iran-Amerika Serikat (AS)

Australia Tidak Akan Terlibat Perang Iran-Amerika Serikat (AS) Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Australia menegaskan tidak akan terlibat dalam operasi militer terhadap Iran. Canberra akan menyerahkan konflik tersebut sepenuhnya ke Israel dan Amerika Serikat (AS).

Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong menyatakan pihaknya tidak memiliki rencana untuk mengirim pasukan ke kawasan tersebut apabila konflik semakin meluas di Timur Tengah.

Baca Juga: 9 Kapal Perang Lenyap, Amerika Serikat (AS) Klaim Sudah Hancurkan Angkatan Laut Iran

“Australia tidak berada di pusat persoalan di Timur Tengah. Kami tidak ikut dalam serangan tersebut dan kami tidak memperkirakan akan ikut terlibat di masa mendatang,” ujar Wong dikutip dari Channel Nine.

Wong menyatakan fokus utama saat ini adalah membantu warga negaranya yang berada di Timur Tengah. 115.000 warga negara tersebut setidaknya tercatat berada dalam berbagai negara dalam kawasan tersebut.

Pemerintah saat ini sedang berkoordinasi dengan maskapai penerbangan untuk membantu warga yang terjebak akibat penutupan wilayah udara di sejumlah negara.

“Kami memahami betapa menegangkan dan sulitnya situasi ini. Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk memberikan informasi dan dukungan,” kata Wong.

Namun ia mengakui proses evakuasi tidak mudah karena banyak bandara dalam kawasan tersebut tidak dapat beroperasi akibat situasi keamanan.

“Wilayah udara di banyak tempat masih ditutup. Baik penerbangan Australia maupun komersial tidak bisa beroperasi dalam kondisi seperti ini,” ujarnya.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah operasi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel ke Iran di Sabtu (28/2/2026).

Baca Juga: Amerika Serikat (AS) Klaim Akan Segera Berunding Dengan Pemimpin Baru Iran

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan operasi tersebut bertujuan menghancurkan kemampuan rudal dan melemahkan kekuatan militer dari Iran. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sejumlah elite politik dan militer negara tersebut, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel: