Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PGN (PGAS) Kantongi Pendapatan Rp66 Triliun di 2025, Ini Penopangnya

PGN (PGAS) Kantongi Pendapatan Rp66 Triliun di 2025, Ini Penopangnya Kredit Foto: PGN
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) atau PGN mencatatkan pendapatan sebesar USD3,9 miliar atau sekitar Rp66 triliun sepanjang tahun 2025, atau meningkat 5% dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari capaian tersebut, Perseroan membukukan laba operasi USD519,6 juta serta laba bersih USD215,4 juta, turun 36,5% dari perolehan 2024 yang mencapai USD339,4 juta. 

Perolehan laba bersih tersebut dipengaruhi oleh penyesuaian nilai aset pada segmen hulu yang bersifat non-cash. Meski demikian, PGN masih mencatatkan EBITDA sebesar USD971,2 juta dengan arus kas operasional positif mencapai USD657,1 juta, menunjukkan fundamental bisnis yang tetap kuat.

Pertumbuhan kinerja PGN terutama ditopang oleh peningkatan aktivitas pada segmen midstream dan downstream berbasis infrastruktur. Sepanjang 2025, perusahaan mencatat volume niaga gas bumi sebesar 836 BBTUD, sementara volume transmisi gas bumi meningkat 4% menjadi 1.609 MMSCFD seiring meningkatnya serapan dari pelanggan.

Di sisi lain, bisnis infrastruktur LNG juga memberikan kontribusi penting terhadap kinerja operasional perusahaan. Volume regasifikasi melalui FSRU Lampung dan Terminal Regasifikasi Arun tercatat mencapai 254 BBTUD, atau tumbuh 17% dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan ini turut memperkuat keandalan pasokan gas untuk berbagai sektor strategis, termasuk industri dan pembangkit listrik.

Kinerja operasional PGN juga tercermin dari bisnis transportasi minyak. Sepanjang 2025, volume penyaluran minyak mencapai 174.811 BOEPD, didorong oleh meningkatnya aktivitas pengangkutan melalui jaringan pipa yang telah tersedia.

Selain itu, PGN terus memperkuat infrastruktur energi nasional dengan menambah lebih dari 230 kilometer jaringan pipa distribusi jargas sepanjang tahun lalu. Perseroan juga menjaga keandalan sistem operasional dengan tingkat availability mencapai 98,84%.

Baca Juga: PGN Salurkan 831 BBTUD Gas Saat Ramadan, 818 Ribu Pelanggan Jargas Dipantau Realtime

Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menyampaikan bahwa perusahaan terus menjaga kesinambungan penyaluran energi melalui optimalisasi portofolio gas bumi dan LNG, serta koordinasi intensif dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan strategis.

“Keandalan penyaluran gas bumi bagi pelanggan tetap menjadi prioritas utama PGN. Kami mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG serta menerapkan pengelolaan volume secara adaptif untuk memastikan keberlanjutan layanan energi kepada pelanggan,” ujar Fajriyah.

Kontribusi dari anak usaha dan entitas afiliasi juga turut memperkuat kinerja perseroan. Sepanjang 2025, volume pemrosesan LPG mencapai 117 metrik ton per hari, meningkat 8% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, pencapaian lifting minyak dan gas tercatat sebesar 17.519 BOEPD.

Pada segmen LNG trading internasional, PGN juga mencatatkan aktivitas ekspor dengan pengiriman tujuh kargo LNG atau setara sekitar 59 BBTUD ke pasar global sepanjang tahun 2025.

Baca Juga: PGN Masuk Jajaran 500 Perusahaan Terbaik Asia-Pasifik Versi Majalah TIME

Dalam laporan keuangan tahun 2025, PGN juga melakukan penyesuaian kewajaran nilai aset pada entitas anak usaha di segmen hulu, yang dipengaruhi oleh perubahan asumsi cadangan. Langkah ini dilakukan sesuai dengan standar akuntansi serta regulasi industri migas yang berlaku sebagai bagian dari prinsip transparansi dan kehati-hatian.

“Kami konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan arus kas dan portofolio, termasuk langkah selektif pada proyek prioritas. Strategi ini penting untuk memperkuat ketahanan korporasi dalam menghadapi tantangan ke depan,” jelas Fajriyah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri