Dukung atau Geram, Begini Reaksi Trump Soal Anak Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran
Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump enggan berkomentar terlalu banyak soal Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Padahal pengankatan sosok tersebut dinilai sebagai sinyal keras dari Iran.
Trump mengatakan dirinya tidak memiliki pesan khusus untuk Mojtaba. Meski demikian, ia mengungkit bahwa dirinya memiliki sosok yang menurutnya lebih cocok untuk menjadi pemipin dari Iran.
Baca Juga: Trump Blak-blakan, Amerika Serikat Mau Ambil Alih Selat Hormuz dari Iran
“Saya tidak punya pesan untuknya,” ujar Trump, dikutip dari CBS.
Trump sendiri tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai siapa ataupun maksud dari ucapannya tersebut. Namun ia sebelumnya sempat menyatakan ingin memiliki peran dalam menentukan kepemimpinan dari Iran.
Ia juga menyatakan kekecewaannya terhadap pengangkatan dari Mojtaba Khamenei. Menurutnya, hal tersebut tak menghilangkan masalah terkait dengan Iran.
Adapun Iran menunjukkan dukungan kuat terhadap pemimpin tertinggi baru mereka, Mojtaba Khamenei. Media setempat melaporkan massa dalam jumlah besar yang berkumpul dalam berbagai wilayah dan kota untuk memberikan dukungan ke Mojtaba.
Mojtaba dikenal sebagai ulama garis keras yang memiliki hubungan dekat dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Hal ini membuka kemungkinan pemerintahan yang baru akan memperketat kontrol domestik hingga memperluas peran militer dari IRGC.
Peran Mojtaba dalam politik telah lama menjadi kontroversi, terutama karena dianggap mencerminkan praktik politik dinasti yang ditolak dalam ideologi resmi dari Iran.
Pemerintah Amerika Serikat pernah menjatuhkan sanksi terhadap Mojtaba di 2019. Washington menuduhnya menjalankan fungsi resmi pemimpin tertinggi meski tidak pernah dipilih atau ditunjuk secara formal dalam struktur pemerintahan.
Pemilihan Mojtaba dinilai merupakan upaya mengirim pesan kuat bahwa kepemimpinan negara tersebut tidak melihat ruang kompromi setelah serangan dari Israel dan AS.
Mojtaba sendiri menjadi pemimpin menggantikan ayahnya Ali Khamenei. Ali diketahui tewas akibat serangan yang dilakukan oleh Israel dan AS. Kematiannya sempat memicu perayaan dalam sebagian kalangan masyarakat dari Iran.
Baca Juga: Trump Soal Konflik Iran-Amerika Serikat: Hampir Selesai, Kami Sudah Menang
Namun tak ada perubahan berarti dalam sistem pemerintahan dari Iran. Sejak serangan militer terhadap dimulai, hampir tidak terlihat aktivitas protes di dalam negeri. Sejumlah aktivis disebut memilih menahan diri karena khawatir melakukan aksi di tengah kondisi negara yang sedang menghadapi serangan militer.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: