Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Trump Soal Konflik Iran-Amerika Serikat: Hampir Selesai, Kami Sudah Menang

Trump Soal Konflik Iran-Amerika Serikat: Hampir Selesai, Kami Sudah Menang Kredit Foto: Instagram/Donald Trump
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat (AS) mengklaim telah memenangkan konfliknya dengan Iran. Ia menyebut bahwa perang akan segera berakhir dan perdamaian akan tiba di Timur Tengah.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa konflik kemungkinan selesai lebih cepat dari proyeksi awal yang sebelumnya diperkirakan berlangsung selama empat hingga lima minggu.

Baca Juga: Harga Bitcoin (BTC) Hari ini (10/3): Dikerek Sinyal Trump Soal Konflik Iran-AS

“Saya pikir perang ini sudah hampir selesai,” kata Trump, dikutip dari CBS.

Ia juga menyebut konflik tersebut sebagai operasi jangka pendek yang akan terus berlanjut hingga kekalahan telak dari Iran.

“Kami sudah menang dalam banyak hal, tetapi kami belum menang cukup,” ujar Trump.

Diketahui, Iran menunjukkan dukungan kuat terhadap pemimpin tertinggi baru mereka, Mojtaba Khamenei. Media setempat melaporkan massa dalam jumlah besar yang berkumpul dalam berbagai wilayah dan kota untuk memberikan dukungan ke Mojtaba.

Mojtaba sendiri menjadi pemimpin menggantikan ayahnya Ali Khamenei. Ali diketahui tewas akibat serangan yang dilakukan oleh Israel dan AS. Kematiannya sempat memicu perayaan dalam sebagian kalangan masyarakat dari Iran.

Namun tak ada perubahan berarti dalam sistem pemerintahan dari Iran. Sejak serangan militer terhadap dimulai, hampir tidak terlihat aktivitas protes di dalam negeri. Sejumlah aktivis disebut memilih menahan diri karena khawatir melakukan aksi di tengah kondisi negara yang sedang menghadapi serangan militer.

Adapun Israel menyatakan tujuan utama operasi militernya adalah mengakhiri sistem pemerintahan ulama di Iran. Ia memperingatkan akan terus melanjutkan serangan jika tak akan perubahan kebijakan dari negara tersebut ke Tel Aviv.

Baca Juga: Ingat Pengalaman Suriah, Kurdi Iran Diperingatkan Bahayanya Menjadi Pion Amerika Serikat

Sementara Amerika Serikat (AS) lebih menekankan bahwa tujuannya adalah menghancurkan kemampuan rudal balistik dan program nuklir dari Teheran.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar