Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Industri Halal Indonesia Tumbuh Meski Geopolitik Memanas

Industri Halal Indonesia Tumbuh Meski Geopolitik Memanas Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

Prospek industri halal Indonesia dinilai tetap menjanjikan di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global. Hal ini karena pasar ekspor produk halal Indonesia tersebar di berbagai negara besar di luar kawasan konflik.

Head of BSI Institute, Luqyan Tamanni, mengatakan pasar utama ekspor produk halal Indonesia saat ini justru berasal dari negara-negara yang tidak secara tradisional diasosiasikan sebagai pasar halal.

“Secara total, pasar terbesar justru bukan dari yang kita duga sebagai traditional market untuk produk halal. Yang terbesar adalah Amerika Serikat, Tiongkok, India, Pakistan, Malaysia, Belanda, Filipina, Jepang, dan seterusnya,” ujar Luqyan dalam Webinar Asuransi Syariah & Ekosistem Perekonomian Syariah, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, peta pasar ekspor halal Indonesia mencakup sejumlah negara besar seperti Amerika SerikatTiongkokIndiaPakistanMalaysiaBelandaFilipina, hingga Jepang.

Sementara itu, negara Timur Tengah seperti Mesir dan Arab Saudi justru memiliki porsi pasar yang relatif kecil dalam struktur ekspor halal Indonesia.

Dengan kondisi tersebut, ia menilai industri halal Indonesia relatif lebih terlindungi dari dampak langsung konflik geopolitik yang sedang memanas. Hal ini karena jalur perdagangan utama tidak bergantung pada kawasan yang sensitif seperti Selat Hormuz, melainkan melalui jalur seperti Laut Merah.

“Jadi kalau kita lihat peta market kita, industri halal berkembang terus karena itu adalah market yang berada di luar kawasan yang sedang berkonflik,” kata Luqyan.

Selain faktor pasar, tren ekspor produk halal Indonesia juga menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Meski sempat tertekan akibat dampak pandemi COVID-19 yang memicu gangguan logistik global, tren ekspor mulai kembali meningkat sejak 2021.

“Kalau kita lihat tren ekspor, memang ada tren yang menaik dari 2021, meskipun selama COVID atau imbas COVID sebenarnya ada logistics bottleneck di beberapa tempat,” ujarnya.

Baca Juga: Menperin: Sertifikasi Halal Jadi Strategi Perluas Pasar dan Perkuat Kepercayaan Konsumen

Baca Juga: Airlangga Tegaskan Produk Halal Wajib dalam Perjanjian Dagang RI-AS

Baca Juga: Seskab Teddy Tegaskan Produk AS Tetap Wajib Sertifikasi Halal dan Izin BPOM

Hingga saat ini, produk makanan dan minuman halal masih menjadi kontributor utama ekspor halal Indonesia. Selain itu, sektor lain seperti fesyen muslim, farmasi, dan kosmetik juga mulai menunjukkan daya saing di pasar global.

Luqyan menambahkan sektor produk halal memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap perdagangan luar negeri Indonesia karena menyumbang sekitar seperlima dari total ekspor nonmigas nasional.

“Kalau kita bicara kontribusi kepada ekspor, kita sekitar 20% dari total ekspor nonmigas kita. Jadi cukup signifikan kontribusi ekonomi, khususnya produk halal,” ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri