Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gelar Salat Idulfitri, 5 Masjid Garapan Waskita Karya Siap Sambut Ratusan Ribu Jemaah

Gelar Salat Idulfitri, 5 Masjid Garapan Waskita Karya Siap Sambut Ratusan Ribu Jemaah Kredit Foto: Waskita Karya
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, seluruh masjid di Tanah Air mulai bersiap untuk menggelar salat Idulfitri berjemaah. Lima masjid besar garapan PT Waskita Karya (Persero) Tbk pun bisa menjadi pilihan tempat ibadah bagi masyarakat.

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita menyebutkan, Perseroan telah membangun dan merenovasi Masjid Istiqlal di Jakarta, Baiturrahman di Aceh, Sheikh Zayed di Solo, Baiturrahman di Semarang, serta Al-Akbar Surabaya. Kelima masjid tersebut, kata dia, mampu menampung hingga 200 ribu jemaah.

“Pembangunan sejumlah masjid ini merupakan kontribusi Perseroan dalam menyediakan fasilitas penunjang ibadah umat Muslim. Sebagai BUMN Konstruksi yang telah berpengalaman lebih dari 65 tahun, kami ingin para jemaah bisa beribadah dengan khusyuk, aman, dan nyaman,” ujar Ermy dalam keterangan resmi, Jumat (20/3/2026).

Dalam pengerjaannya, kata dia, Perseroan tidak hanya memerhatikan kualitas bangunan tapi juga melihat sejarah atau latar belakang berdirinya masjid. Langkah ini guna menyelaraskan bangunan tanpa harus mengubah bentuk secara signifikan.

“Dengan begitu, nilai sejarahnya masih terlihat pada bangunan masjid. Misalnya pada Masjid Baiturrahman Aceh, yang merupakan salah satu masjid tertua karena sudah berdiri sejak 1612, desainnya dibuat menyerupai Masjid Nabawi di Madinah Arab Saudi,” tutur dia.

Baca Juga: Malam Takbiran di Medan, Presiden Prabowo Salurkan Ribuan Paket Sembako untuk Warga Sumatra Utara

Ia melanjutkan, masjid berkapasitas lebih dari 24 ribu jemaah ini memiliki 12 payung raksasa dan pohon kurma di sekitar halaman masjid, sehingga menambah kemiripan dengan Nabawi. Hingga kini, masjid yang direnovasi Waskita pada 2015 itu masih menjadi salah satu destinasi wisata religi dan budaya di Kota Serambi Mekah tersebut.

Nilai sejarah terlihat pula pada Masjid Raya Baiturrahman Semarang yang pertama kali diresmikan pada Desember 1974. Saat merenovasi bangunan yang berada di pusat kota itu, Waskita tidak mengubah bentuk secara signifikan tapi membuatnya lebih megah dan modern.

“Desain masjid tetap dipertahankan dengan gaya arsitektur tradisional jawa yang mengadopsi struktur limasan. Hanya saja kami menambahkan beberapa bagian seperti kolam air, agar menambah suasana sejuk di sekitar masjid,” jelas Ermy.

Perseroan hanya membutuhkan waktu 11 bulan, berkat penerapan Building Automation System (BAS). Sistem tersebut mengintegrasikan sistem tata udara, special lighting, dan control equipment Mechanical, Electrical, Plumbing (MEP).

“Waskita merasa bangga dapat terlibat dalam pembangunan salah satu ikon sekaligus kawasan cagar budaya diibu kota Jawa Tengah ini. Kami berharap, jemaah bisa mendapat pengalaman terbaik saat beribadah di masjid yang terletak di alun-alun Kota Semarang tersebut,” jelas dia.

Berikutnya Masjid Sheikh Zayed Solo yang merupakan bentuk hibah dari Uni Emirat Arab (UEA) kepada Indonesia. Bangunan ini juga menjadi simbol persahabatan antara Indonesia dan UEA.

“Masjid yang dibangun oleh Waskita pada 2021 itu dirampungkan tepat waktu. Perseroan juga menambahkan inovasi green building serta beberapa fasilitas berteknologi modern,” tutur dia.

Ermy menuturkan, Masjid Sheikh Zayed Solo dibangun mirip Masjid Sheikh Zayed Abu Dhabi di UEA. Hanya saja, bangunan yang dapat menampung sampai 15 ribu jemaah ini tetap diberikan sentuhan khas Kota Solo seperti penggunaan motif batik kawung pada lantai dan pilar-pilar masjid.

Pada 2022 lalu, Waskita Karya turut merenovasi Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. Tidak hanya memperindah tampilan luar atau fasadnya, Perseroan pun memastikan keandalan struktur sekaligus kenyamanan fasilitas bagi para pengunjung dan jemaah yang hadir dari berbagai kota.

Masjid terbesar kedua di Indonesia ini mampu menampung hingga 36 ribu bahkan 45 ribu jemaah. Maka tidak heran jika setiap lebaran warga berbondong-bondong melaksanakan salat Idulfritri di sana.

“Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya berdiri sebagai mahakarya arsitektur yang memadukan estetika modern dengan filosofi Islam. Setiap sudut bangunannya dirancang untuk menciptakan harmoni serta menjadikannya ikon religi di Jawa Timur,” jelas Ermy.

Selain memiliki kubah berwarna biru dan hijau, ciri khas masjid tersebut terletak pula pada ruang utama yang didesain tanpa pilar tengah. Tujuannya memastikan pandangan ke mihrab tidak terhalang, sehingga saf tetap rapi.

Ermy melanjutkan, Perseroan juga merasa bangga karena bisa ikut merenovasi masjid termegah di Indonesia yakni Istiqlal. Masjid yang selesai direnovasi pada 2021 ini, sekarang dilengkapi teknologi kekinian sebagai inovasi green building.

Selain pencahayaan di dalam masjid, pencahayaan di bagian luar masjid turut dibenahi. Di antaranya dengan menyinari kubah Masjid Istiqlal, sehingga masjid berkapasitas 120 ribu jemaah ini terlihat bersinar saat malam hari.

Waskita turut membangun Terowongan Silaturahim yang menghubungkan Istiqlal dengan Gereja Katedral. Pada 2024 lalu, pemimpin tertinggi Gereja Katolik sekaligus Kepala Negara Vatikan Paus Fransiskus mengunjungi langsung terowongan yang disebutnya sebagai simbol persaudaraan antarumat beragama.

“Kelima masjid yang dibangun oleh Waskita menjadi simbol peradaban Islam di berbagai daerah. Kami berharap, pada perayaan Idulfitri tahun ini masyarakat dapat salat Idulfitri bersama keluarganya dengan penuh khidmat dan suka cita,” harap Ermy.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah