Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jika Diserang, Iran Siap Hantam Infrastruktur Energi dan Teknologi AS-Israel

Jika Diserang, Iran Siap Hantam Infrastruktur Energi dan Teknologi AS-Israel Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya menyatakan Iran siap membalas jika diserang, dengan mengincar infrastruktur energi dan teknologi milik Amerika Serikat (AS) serta Israel di kawasan.

Hal tersebut menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika tidak segera membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu 48 jam.

"Jika infrastruktur bahan bakar dan energi Iran diserang, seluruh infrastruktur energi, teknologi informasi, dan desalinasi milik Amerika Serikat dan rezim (Israel) di kawasan akan menjadi sasaran," ucapnya, dikutip dari Antara, Minggu (22/3).

Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi memperingatkan bahwa jika infrastrukturnya diserang, maka Iran akan bertindak "tanpa pengekangan".

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan ultimatum keras kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu 48 jam.

"Jika Iran tidak sepenuhnya membuka, tanpa ancaman, Selat Hormuz, dalam waktu 48 jam dari saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai PLTU mereka, dimulai dari yang terbesar terlebih dahulu!" kata Trump di media sosial pada Sabtu (21/3) malam waktu setempat, dikutip dari Reuters.

Baca Juga: Analis Sebut Perang Darat Iran-AS Bisa Jadi Penentu Nasib Harga Emas Dunia

Sbagai informasi, Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi distribusi energi global, dengan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia melintasi kawasan tersebut.

Selat Hormuz dilaporkan terganggu secara signifikan sejak awal Maret, yang mendorong kenaikan harga minyak.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Tag Terkait: