Iran Sebut Trump Dikelabui Netanyahu, Amerika Serikat Bakal 'Dibawa' ke Neraka
Kredit Foto: Istimewa
Iran mengecam ancaman penyerangan terhadap fasilitas sipil yang dikeluarkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Hal ini menyusul konflik kedua negara yang sudah berlangsung lebih dari sebulan di Timur Tengah.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf mengecam serangan yang baru-baru ini dilancarkan terhadap pemukiman di Teheran. Ia juga menyoroti ancaman terbaru soal penyerangan terhadap fasilitas pembangkit listrik oleh Trump.
Baca Juga: Fasilitas Sipil Mulai Dibidik, Amerika Serikat Berikan Ultimatum ke Iran
Menurutnya, sang presiden sudah dikelabui dan dikendalikan oleh ambisi permusuhan yang dimiliki oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Menurutnya, Trump akan membawa kerusuhan menuju kawasan dari Timur Tengah.
"Tindakan gegabahnya menyeret negaranya ke dalam neraka yang mengerikan bagi setiap keluarga, dan seluruh wilayah kita akan terbakar karena dia bersikeras mengikuti perintah dari Netanyahu," ungkapnya di X.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan terhadap permukiman di Qom. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya lima orang dan menyebabkan sejumlah korban tertimbun reruntuhan. Insiden ini memperkuat tudingan terkait serangan terhadap target sipil.
Iran membalas serangan tersebut dengan memperluas serangan ke infrastruktur energi di Timur Tengah. Serangan drone dan rudal dilaporkan menyasar fasilitas petrokimia di Kuwait, Bahrain dan Uni Emirat Arab.
Di Pelabuhan Jebel Ali, Iran juga mengklaim telah menyerang kapal yang berafiliasi dengan Israel. Di Kuwait, serangan drone memicu kebakaran dan menyebabkan kerusakan material signifikan di fasilitas milik afiliasi dari Kuwait Petroleum Corporation.
Amerika Serikat mengancam akan menargetkan sejumlah infrastruktur penting, termasuk pembangkit listrik hingga jembatan dari Iran. Hal ini menyusul perang kedua negara yang telah menyebabkan gangguan lalu lintas kapal tanker minyak di Selat Hormuz.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan akan ada aksi besar yang menyasar infrastruktur vital dari negara itu jika mereka tetap menutup jalur pelayaran dari Selat Hormuz. Ia bahkan menetapkan tenggat waktu yang jelas, yakni Selasa 20.00 (Eastern Time).
"Selasa akan menjadi hari pembangkit listrik dan hari jembatan, semuanya digabung menjadi satu, di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu!" kata Trump dalam Truth Social.
Baca Juga: Hujan Kritik, Trump Disebut Campurkan Agama dengan Perang Iran-Amerika Serikat
Namun Gedung Putih hingga kini belum memberikan konfirmasi apakah pernyataan tersebut menandakan waktu pelaksanaan serangan militer terhadap Iran. Trump sendiri belum memberikan detil lebih lanjut mengenai ancamannya itu.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement