Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Airlangga: Harga Minyak Turun Usai AS Tunda Serangan, WTI ke 96,7 USD

Airlangga: Harga Minyak Turun Usai AS Tunda Serangan, WTI ke 96,7 USD Kredit Foto: Istihanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa harga minyak mentah dunia mulai turun setelah Amerika Serikat (AS) menunda serangan di Timur Tengah.

Harga West Texas Intermediate (WTI) tercatat berada di level 96,7 USD per barel, sementara Brent Crude turun menjadi 95,23 USD per barel.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan dan stabilitas ekonomi, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai kebijakan strategis seperti implementasi program biodiesel B50 yang dinilai dapat meningkatkan ketahanan anggaran negara. 

“Kita sudah menyepakati per 1 Juli, B50, di mana itu meningkatkan ketahanan anggaran dari saving sebesar Rp48 triliun,” ujarnya, dikutip dari siaran pers Kemenko Perekonomian, Kamis (9/4).

Selain itu, pemerintah juga melakukan penyesuaian harga avtur dengan penerapan PPN DTP 11% selama dua bulan. Kebijakan ini membuat kenaikan harga tiket pesawat domestik dapat ditekan pada kisaran 9%-13%.

Airlangga menambahkan, dampak kenaikan avtur terhadap biaya haji juga telah diantisipasi pemerintah. 

“Untuk dampak kepada ongkos haji, seperti kita ketahui bahwa ongkos haji telah diturunkan Rp2 juta, kemudian dampak kenaikan avtur ini di-absorb oleh Pemerintah, jadi tidak ada kenaikan biaya haji. Ini di-absorb untuk sekitar 220 ribu jemaah haji, dan angkanya anggaran Rp1,77 triliun dibebankan kepada APBN. Dengan demikian, tidak ada dampak bagi para jemaah haji,” pungkasnya.

Baca Juga: Arah Ekonomi Indonesia Ditentukan Keputusan Amerika Serikat, Waspada Harga Minyak Tembus US$150!

Baca Juga: Pemerintah Thailand Perketat Aturan Ekspor Minyak Sawit Mentah

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran selama dua pekan. Dan menyatakan Selat Hormuz akan segera dibuka.

"Saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan ke Iran selama dua pekan. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah," kata Trump di Truth Social.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya