Kredit Foto: Antara/Galih Pradipta
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mencetak rapor merah pada akhir sesi pertama perdagangan Kamis, 9 April 2026. Merujuk data RTI, IHSG terkoreksi 11,17 poin atau -0,15% ke level 7.268,03.
Pada perdagangan pagi tadi, IHSG sempat mencetak rapor hijau dan menempati posisi tertingginya di level 7.290,07. Sementara posisi terendahnya berada pada level 7.191,58.
Pelemahan ini terjadi seiring aksi serangan yang dilakukan Israel di Lebanon pada Rabu (8/4). Hal tersebut mengancam keberlangsungan gencaran senjata selama dua minggu dari Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah.
Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata tidak mencakup konflik di Lebanon. Hal ini berarti operasi militer mereka tetap akan berlanjut terhadap kelompok dari Hezbollah.
"Amerika Serikat telah memberi tahu kami bahwa mereka berkomitmen untuk mencapai tujuan ini dalam negosiasi mendatang. Gencatan senjata dua minggu tidak termasuk Lebanon," katanya.
Sementara itu, Anggota Parlemen Senior Hezbollah, Ibrahim al-Moussawi, mengutuk serangan tersebut. Ia menegaskan bahwa serangan tersebut telah memberikan pihaknya hak untuk melakukan serangan balasan ke Israel.
"Kami diberitahu bahwa kami menjadi bagian dari gencatan senjata, jadi kami mematuhinya. Tapi Israel seperti biasa telah melanggarnya dan melakukan pembantaian di Lebanon," ujar Ibrahim al-Moussawi.
Pergerakan saham pada pertengahan hari ini didominasi tren negatif. Sebanyak 360 saham melemah, 275 saham menguat dan 173 saham lainnya mendatar.
Hingga jeda makan siang ini, IHSG sudah membukukan nilai transaksi Rp8,84 triliun. Hal itu diperoleh dari adanya perdagangan 16,63 miliar lembar saham dengan frekuensi 1.334.481 kali.
Delapan sektor memerah, industrial anjlok -1,73%, keuangan -0,80%, kesehatan -0,67%, teknologi -0,60%, barang konsumen primer -0,54%, bahan baku -0,53%, properti -0,29%, infrastruktur -0,27%.
Di zona hijau, sektor energi terpantau meroket 1,17%, barang konsumen non primer 0,86% dan sektor transportasi terapresiasi 0,41%.
Baca Juga: Usai Loncat 4,42%, Simak Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham Kamis (9/4)
Ditinjau dari indeks LQ45, saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menjadi top losers dengan penurunan -3,79% ke level Rp1.270. Diikuti PT United Tractors Tbk (UNTR) merosot -3,78% ke Rp29.925 dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) ambruk -3,62% ke Rp5.325.
Jajaran top gainers diisi PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA) yang melesat 15,3% ke Rp3.090, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menanjak 6% ke Rp5.300 dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 4,25% ke Rp1.840.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: